Pembagian Wilayah Pada Kota Manado

Kota Manado sebagai ibukota provinsi Sulawesi Utara di Indonesia sudah terkenal akan wisata alamnya yang indah, khususnya taman laut Bunaken yang cukup terkenal dari zaman dahulu. Memang wilayah kotamadya ini tidak hanya berada pada satu daratan, namun juga dipisahkan oleh laut yang membentang antara pulau Sulawesi, pulau Manado Tua, dan pulau Bunaken. Selain wisata bawah lautnya yang indah, pemandangan kota Manado dari perbukitan sangatlah memanjakan mata.

Memang kota ini terletak di pesisir pantai sebelah utara pulau Sulawesi bagian utara, tepatnya menghadap ke arah Nusa Utara (Kepualauan Sangihe dan Talaud). Selain itu, letak geografis kota Manado dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan. Sebagai kota yang berada di pesisir pantai, kotamadya yang satu ini mendapat julukan sebagai kota nyiur melambai. Memang dulunya sepanjang garis pantai wilayah kotamadya ini banyak ditumbuhi oleh pohon kelapa.

Kotamadya ini memiliki luas wilayah daratan sekitar 15.726 hektar dengan garis pantai sepanjang 18,7 kilometer. Berdasarkan posisi geografis, kota ini berada pada 124°40’-124°50’ BT dan 1°40’ LU. Iklim yang ada di kota ini merupakan iklim tropis dengan suhu rata-rata 24°C – 27°C dan curah hujan rata-rata 3.187 mm/tahun.

Wilayah kota Manado dibagi menjadi 11 kecamatan dan 87 kelurahan. Berikut daftar kecamatan di kota Manado dengan desa-desanya:
1. Kecamatan Bunaken.
Dengan desa: Bailang, Meras, Molas, Pandu, dan Tongkaina.
2. Kecamatan Bunaken Kepulauan.
Dengan desa: Alung Banua, Bunaken, Manado Tua 1, dan Manado Tua 2.
3. Kecamatan Tuminting.
Dengan desa: Bitung Karangria, Kampung Islam, Maasing, Mahawu, Sindulang 1, Sindulang 2, Sumompo, Tuminting, Tumumpa 1, dan Tumumpa 2.
4. Kecamatan Mapanget.
Dengan desa: Bengkol, Buha, Kairagi 1, Kairagi 2, Kima Atas, Lapangan, Mapanget Barat, Paniki Bawah, Paniki 1, dan Paniki 2.
5. Kecamatan Singkil.
Dengan desa: Karame, Ketang Baru, Kombos Barat, Kombos Timur, Singkil 1, Singkil 2, Ternate Baru, Ternate Tanjung, dan Wawonasa.
6. Kecamatan Wenang.
Dengan desa: Bumi Beringin, Calaca, Istiqlal, Komo Luar, Lawangirung, Mahakeret Barat, Mahakeret Timur, Pinaesaan, Teling Bawah, Tikala Kumaraka, Wenang Selatan, dan Wenang Utara.
7. Kecamatan Wanea.
Dengan desa: Bumi Nyiur, Karombasan Selatan, Karombasan Utara, Pakowa, Ranotana Weru, Tanjung Batu, Teling Atas, Tingkulu, dan Wanea.
8. Kecamatan Paal 2.
Dengan desa: Dendengan Dalam, Dendengan Luar, Kairagi Weru, Malendeng, Paal 2, Perkamil, dan Ranomuut.
9. Kecamatan Tikala.
Dengan desa: Banjer, Paal 4, Taas, Tikala Ares, dan Tikala Baru.
10. Kecamatan Sario.
Dengan desa: Ranotana, Sario, Sario Kota Baru, Sario Tumpaan, Sario Utara, Titiwungen Selatan, dan Titiwungen Utara.
11. Kecamatan Malalayang.
Dengan desa: Bahu, Kleak, Batu Kota, Malalayang 1, Malalayang 1 Barat, Malalayang 1 Timur, Malalayang 2, Winangun 1, dan Winangun 2.

Kota Manado berulang tahun pada tanggal 14 Juli dan diperkirakan berdiri sejak tahun 1623. Dahulu, Manado sendiri menjadi pusat perdagangan para pedagang-pedagang asing yang berdatangan baik dari Eropa, Cina, maupun Arab. Para pedagang ini hidup berbaur dengan masyarakat lokal pada saat itu. Etnis Cina dan Arab memang datang untuk berdagang atau mencari rezeki di Manado dan sekitarnya, namun lain halnya dengan bangsa Eropa yang pada saat itu memiliki tujuan lain yaitu menguasai perdagangan di Hindia-Belanda dan sekitarnya. Karena hal ini, terjadi bentrok yang berkepanjangan antara bangsa Eropa baik Spanyol, Portugis, maupun Belanda dengan masyarakat lokal. Setelah kemerdekaan Indonesia dan peperangan dengan Belanda berakhir, bangsa asing yang ada di Manado sebagian menetap, beranak cucu, dan hidup berbaur hingga menjadi bagian dari masyarakat kota Manado saat ini.

Kota Manado ini dihuni oleh beragam masyarakat, baik masyarakat lokal, keturunan bangsa luar, keturunan masyarakat Indonesia dari provinsi lain, maupun pendatang dari luar pulau yang mencari nafka di tempat ini. Selain keberagaman ras, kota ini juga cukup beragam dari sisi agama. Diperkirakan, berdasarkan mayoritas penduduk yang memeluk agama dari yang terbesar hingga yang terkecil adalah; Kristen Protestan, Islam, Kristen Katholik, Buddha, Hindu, dan agama Malesung (kepercayaan lokal).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *