Mari Jo Jalan-Jalan Ke Manado

Kota Manado adalah ibukota dari provinsi Sulawesi Utara. Kota ini terletak di daerah pesisir pantai, oleh karenanya kota Manado dijuluki kota nyiur melambai. Penduduk Manado merupakan penduduk yang majemuk. Selain penduduk asli, banyak juga suku bangsa dari tempat lain yang mendiami tempat ini. Kebanyakan masyarakat datang ke kota Manado untuk membuka peluang usaha atau siswa/mahasiswa yang datang dari luar provinsi untuk menempuh pendidikan di kota Manado. Walaupun terdiri dari penduduk yang majemuk, namun kota Manado termasuk salah satu kota yang toleransinya tergolong tinggi.

Jalan-jalan ke kota Manado, sudah pasti pulau Bunaken menjadi salah satu tujuan wisata. Bagaimana tidak, pulau ini sudah terkenal sejak zaman bahari akan keindakan taman bawah lautnya yang dipenuhi berbagai spesies terumbu karang dan organisme yang hidup disekitarnya. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang untuk menikmati keindahan Sulawesi Utara dari bawah lautnya. Untuk sampai ke pulau Bunaken dari pusat kota Manado, wisatawan dapat menyewa kapal penyeberangan di terminal penyeberangan yang berada di daerah Calaca, antara pelabuhan Manado dan pasar Calaca. Selain itu, banyak juga agen-agen traveling yang menyediakan wisata ke pulau Bunaken dan sekitarnya. Biasanya spot penyeberangan ditentukan oleh agen traveling tersebut, misalnya berangkat dari kawasan Megamas, Calaca, atau tempat lainnya. Biasanya, jarak yang ditempuh dari kota Manado menuju pulau Bunaken sekitar 1 jam, menyesuaikan dengan kecepatan kapal motor.

Mari Jo Jalan-Jalan Ke Manado
Dermaga Pulau Bunaken

Selain wisata bawah lautnya, kota Manado juga menyediakan wisata pemandangan dari daerah perbukitan seperti puncak Gunung Tumpa yang berada Tongkaina, kecamatan Bunaken atau De Corlano yang berada di kecamatan Malalayang. Kedua tempat ini menyediakan pemandangan alam dan kota Manado dari dataran tinggi. Karena berada di dataran yang lebih tinggi dari garis pantai, udara di tempat ini cukup sejuk sehingga pengunjung dapat berelaksasi dan mendapatkan suasana yang berbeda dengan pusat kota. Ada pula objek wisata Monumen Yesus Memberkati yang terletak di dekat perumahan Citraland dimana tempat ini cukup terkenal bagi wisatawan yang berkunjung ke Manado.

Mari Jo Jalan-Jalan Ke Manado

Selain wisata alamnya, di kota Manado juga terdapat objek wisata sejarah yang cukup menarik bagi traveler. Terdapat beberapa objek-objek wisata sejarah yang sudah ada dan menjadi saksi bisu perkembangan kota Manado dari masa ke masa. Sebagai contoh, Gereja GMIM Sentrum yang berlokasi di sekitar pasar 45. Gereja ini sudah ada sejak tahun 1952 (Ditahbiskan tanggal 10 Oktober). Tepat disamping Gereja ini terdapat Monumen Perang Dunia II yang dibangun pada tahun 1946-1947 oleh sekutu/NICA. Monumen ini dibangun sebagai peringatan bahwa daerah ini pernah menjadi sasaran pemboman pada Perang Dunia II dimana lokasi ini dulunya berdiri gereja yang bernama Gereja Besar Manado (Yang sekarang digantikan oleh GMIM Sentrum). Di kompleks gereja GMIM Sentrum ini terdapat 1 waruga yang sampai sekarang masih misterius atau tidak diketahui milik siapa dan mengapa ada disana.

Mari Jo Jalan-Jalan Ke Manado
Gereja GMIM Sentrum dan Monumen Perang Dunia II

Selain gedung Gereja GMIM Sentrum, adapun bangunan-bangunan lain yang menjadi saksi sejarah misalnya veldbox di Wanea atau gedung Bank Indonesia lama di sekitar pasar 45. Ada pula klenteng Ban Hin Kiong yang berada di jalan D.I. Panjaitan. Diketahui klenteng ini sudah berdiri dari tahun 1819 dan masih eksis sampai sekarang. Selain objek-objek bangunan ini, pengunjung pun dapat melihat objek bersejarah lainnya yang berada di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara yang berada di jalan WR. Soepratman nomor 72. Museum ini memiliki sekitar 2800-an koleksi yang disimpan di dalamnya. Untuk melihat koleksi-koleksi di museum ini pun, pengunjung tidak dikenakan biaya. Biasanya apabila terdapat banyak pengunjung di tempat ini, beberapa petugas museum akan memainkan kolintang (Alat musik tradisional Sulawesi Utara) tepat di dekat pintu masuk museum. Selain itu, pengujung pun dapat belajar untuk memankan kolintang di tempat ini. Museum Negeri ini beroperasi setiap hari senin sampai sabtu, kecuali hari minggu atau hari libur nasional.

Mari Jo Jalan-Jalan Ke Manado
Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara

Selain bangunan-bangunan bersejarah, adapun jejak-jejak tokoh nasional di Manado seperti makam Kanjeng Ratu Sekar Kedaton (Istri Hamengkubuwono V) dan keluarganya di kecamatan Wenang atau makam Imam Bonjol di daerah Lotta Pineleng. Apabila wisatawan berkunjung ke kota Manado, jangan lewatkan pula peninggalan leluhur-leluhur Minahasa di kota ini misalnya situs waruga di kompleks pemakaman Borgo kecamatan Wenang atau batu Bantik di jalan 17 Agustus. Ada pula batu kuangang, batu buaya, dan batu lrana yang terletak di kecamatan Malalayang.

Selain wisata alam dan wisata sejarah, jangan lewatkan wisata kuliner yang ada di tempat ini. Bagaimana tidak, penduduk minahasa terkenal akan kuliner-kulinernya yang didominasi dengan rasa pedas yang terdiri dari berbagai macam rempah-rempah. Terdapat berbagai macam restoran dan kedai yang berlokasi di kawasan Megamas tepatnya persis di pinggir laut. Tempat ini biasanya ramai dikunjungi wisatawan-wisatawan yang ingin menikmati kuliner di kota Manado. Namun, untuk menikmati kuliner tradisional khas Minahasa, terdapat beberapa kedai yang berlokasi di depan Mega Mall (Seberang jalan) yang menjual aneka masakan khas Minahasa. Selain itu, untuk menikmati aneka masakan khas Minahasa, traveler juga dapat mengunjungi kedai-kedai yang berada di sekitaran jalan Bethesda atau kedai-kedai di daerah Wakeke maupun jalan Garuda.

Mari Jo Jalan-Jalan Ke Manado
Akses Masuk Kawasan Mega Mas

Terdapat beberapa pusat keramaian yang sering dikunjungi penduduk Manado maupun para wisatawan. Titik keramaian ini biasanya terdapat di area pasar 45 dan Calaca, Manado Town Square (Mantos), atau di kawasan Megamas. Kawasan Megamas dan komplek Manado Town Square sendiri dulunya adalah jalur pantai Boulevard yang direklamasi hingga menjadi kawasan bisnis yang rapi dan bersih. Kawasan ini dikenal sebagai ‘B on B’ atau Boulevard on Business. Terdapat beberapa mall, shopping area, kantor, atau usaha-usaha lainnya di sepanjang jalur ini yang menunjang perekonomian di kota Manado.

Kota Manado memang memiliki banyak potensi wisata baik dari letak geografisnya, sejarah, maupun kebudayaannya. Potensi-potensi ini tentu saja mendukung perekonomian di kota Manado. Selain tempat-tempat wisata yang ada di kota Manado, terdapat juga beberapa tempat wisata di luar kota Manado yang cukup terkenal atau tepatnya berada di daerah Minahasa dimana letak tempat-tempat ini tidak terlalu jauh dari kota Manado, misalnya; kompleks waruga di desa Sawangan, pantai Pulisan di desa Pulisan, bukit doa di Tomohon, bukit kasih di Kanonang, danau Tondano di daerah Tondano, dan lain-lain. Lokasi-lokasi ini walaupun berada di luar kota, namun dapat dijangkau paling lama sekitar 1-2 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *