Daftar Tempat Rekreasi Dan Biaya Masuknya Di Kota Manado dan Sekitarnya

Rekreasi merupakan salah satu kegiatan yang cukup penting bagi kelangsungan hidup umat manusia (Keren kan kata-kata aku). Iya dong, bagi kamu dan kamu yang bekerja maupun belajar di sekolah, rekreasi dapat menjadi sebuah sarana untuk me-refresh pikiran yang sebelumnya difokuskan pada pekerjaan atau pun kegiatan belajar kamu. Siapa sih tidak butuh relax, iya kan. Nah rekreasi ini menjadi pilihan yang kalau dipikir-pikir wajib kali yah dilakukan ketika kita sudah penat dengan aktifitas harian kita,,,itu sih sama aja gak ada pilihan ya….hahaa.

Rekreasi di luar ruangan sudah pasti menjadi pilihan banyak orang. Memang suasana di luar ruangan lebih memengaruhi pikiran untuk relax ketimbang suasana di dalam ruangan. Jalan-jalan di tempat rekreasi banyak juga menjadi pilihan banyak orang dibandingkan dengan rekreasi yang dilakukan di rumah sendiri. Tempat-tempat rekreasi memang banyak yang tersedia, baik berbayar maupun free alias gratis. Tempat-tempat rekreasi ini bisa berupa tempat wisata alam, wisata budaya, wahana bermain , dan lain sebagainya.

Kebanyakan tempat-tempat rekreasi outdoor pasti menampilkan keindahan alam yang dikombinasikan dengan desain tempat rekreasi tersebut. Berdasarkan aktivitas-aktivitas pengunjung yang datang ke tempat-tempat rekreasi, kebanyakan dari pengunjung-pengujung ini akan mengabadikan momen tersebut alias foto-foto gaes. Inilah yang menjadi poin utama dari tempat-tempat rekreasi, apakah itu? Spot foto gaes. Pengelola tempat-tempat rekreasi biasanya memperhatikan area-area yang menjadi spot-spot foto terbaik. Kalau menurut saya sih gaes berdasarkan pengalaman setiap ke tempat rekreasi, pasti kelihatan para fotografer-fotografer baik profesional maupun amatir alias photo selfie buat sendiri, termasuk saya gaes….hahaha

Continue reading “Daftar Tempat Rekreasi Dan Biaya Masuknya Di Kota Manado dan Sekitarnya”

Asal Mula Hari Pengucapan Syukur di Minahasa

Hari pengucapan syukur atau biasa disingkat pengucapan merupakan tradisi masyarakat Minahasa pada umumnya. Hari raya ini sudah melekat pada masyarakat Minahasa sejak zaman dahulu kala. Tidak ada yang tahu pasti sejak kapan tradisi dimulai namun masyarakat Minahasa sudah melakukan tradisi ini turun temurun dari leluhur mereka sehingga pada hari-hari sekarang ini tradisi hari pengucapan syukur ini sudah menjadi bagian dari budaya Minahasa.

Pengucapan syukur dulunya merupakan hari sesudah panen besar yang dilakukan oleh etnis-etnis di Minahasa. Masa sesudah panen ini biasanya dirayakan oleh masyarakat adat dengan berbagi hasil panen kepada keluarga atau kerabat terdekat maupun pesta rakyat (Biasanya antar keluarga) dengan menikmati hasil panen tersebut. Pengucapan syukur ini merupakan ungkapan atau bentuk rasa syukur masyarakat terhadap Empun atau Empung atau i-Opo (Tuhan) terhadap hasil panen.

Pengucapan syukur ini dulunya dirayakan antar keluarga atau kerabat. Biasanya setelah masa panen berakhir, etnis-etnis ini merayakannya dengan mengolah hasil panen dari sawah atau kebun seperti padi maupun sayur-mayur. Adapun ternak disembelih dan diolah untuk dinikmati bersama di hari sesudah panen besar ini. Inilah asal mula hari pengucapan syukur di Minahasa. Karena masa menanam etnis-etnis ini berbeda-beda, sehingga masa panennya pun berbeda. Inilah sebab mengapa hari pengucapan syukur di tempat yang satu berbeda dengan tempat yang lain.

Continue reading “Asal Mula Hari Pengucapan Syukur di Minahasa”

Menikmati Nuansa Alam Di Wale Ti Siri

Menikmati Nuansa Alam Di Wale Ti Siri
Wale Ti Siri, Rurukan

Hello gaes,,,siapa sih yang gak mau jalan-jalan? Apalagi setelah bekerja berjam-jam lamanya di kantor maupun lapangan, atau pun setelah mata memandang buku tebal di sekolah maupun universitas. Disitulah kamu, kamu, dan kamu sangat butuh relax or some people call it,,,hangout alias jalan-jalan atau pun nongkrong. Kali ini saya mau berbagi pengalaman jalan-jalan saya di Kota Tomohon gaes. Kali aja kalian yang stay di Manado atau Minahasa dan sekitarnya butuh referensi yah gaes.

Jadi gini ceritanya gaes, saya kebetulan sedang stay di Manado nih. Saya sebenarnya berencana bangun pagi-pagi benar untuk melihat sunrise nih, namun saya terlambat bangun gaes….hahaha. Karena nasi sudah menjadi bubur, yah jadilah saya makan bubur Manado di pagi hari yang cerah itu. Karena matahari sudah mulai naik dan cuaca sangat cerah, saya tiba-tiba dapat ide gaes, yaitu jalan-jalan ke Tomohon, secara kan disana dataran tinggi, jadinya adem gitu loh suasananya.

Singkat cerita nih gaes, jadilah saya ke Tomohon. Sebelumnya saya sudah baca-baca di internet tempat mana yang enak untuk dikunjungi. Saya kebetulan dapat tempat untuk dikunjungi yang baru nih gaes dan masih belum banyak bahasannya di Internet. Wale Ti Siri, itulah tujuan saya gaes. Tempatnya sih berada di Rurukan, namun karena belum ada di GPS, jadinya saya tanya-tanya masyarakat setempat. Ternyata tempatnya mudah ditemukan kok, tidak sesulit yang saya bayangkan sebelumnya.

Continue reading “Menikmati Nuansa Alam Di Wale Ti Siri”

Menyusuri Air Terjun Kali Pineleng Sampai Tinoor

Air terjun yang terdapat di desa Kali, Pineleng ini merupakan salah satu tempat rekreasi yang menarik untuk dikunjungi gaes. Beberapa hari yang lalu saya memiliki kesempatan untuk berkunjung ke sana. Akses masuk dari desa Kali, kecamatan Pineleng sangat mudah ditemukan loh gaes. Oleh karenanya, saya melewati jalan tersebut untuk sampai ke gapura menuju ke lokasi air terjun. Dari jalan masuk gapura (Dari arah jalan raya Manado – Tomohon) yang ada patung Imam Bonjolnya sampai ke gapura air terjun kira-kira 10 sampai 15 menit jika ditempuh dengan kendaraan bermotor.

Oh iya gaes, jadi air terjun yang saya kunjungi ini namanya Tapahan Telu menurut bahasa setempat. Dari gapura masuk air terjun Tapahan Telu sampai ke lokasinya dapat ditempuh dengan waktu sekitar kurang lebih 20 menit dengan berjalak kaki. Akses masuknya menurut saya cukup baik dan lumayan terawat gaes. Dari gapura saya menyusuri jalan yang ada railway-nya. Terlihat di beberapa spot terdapat pohon tumbang yang mencoba menghalangi jalan untuk sampai ke lokasi air terjun, namun kita tetap dapat dengan mudah melewati pohon tumbang ini. Yah sedikit menunduk atau lompat sih,,,hehee.

Dalam perjalanan untuk sampai ke lokasi, di sebelah kiri saya perbukitan yang awalnya masih terlihat rumah-rumah warga sampai akhirnya benar-benar hutan liar, sedangkan di sebelah kanan terdapat jurang dimana dibawahnya terdapat aliran sungai yang terus mengalir ke dataran yang lebih rendah. Dalam perjalanan menuju ke lokasi, terdapat beberapa spot perhentian yang sebenarnya lumayan bersih namun banyak sekali coretan-coretan hasil seniman gadungan yang tidak tahu makna pariwisata.

Continue reading “Menyusuri Air Terjun Kali Pineleng Sampai Tinoor”

Belajar Bahasa Dusun Kadazan, Malaysia

Kadazan adalah sebuah suku yang cukup besar yang mendiami daerah Sabah dan sekitarnya. Berdasarkan bahasa dan budayanya, suku Kadazan ini termasuk ke dalam rumpun Dayak di pulau Kalimantan. Suku Dayak Kadazan juga dikenal sebagai orang Dusun. Terkadang etnis ini disebut sebagai Dusun Kadazan atau Kadazandusun. Selain itu, etnis ini juga memiliki sebutan sebagai orang sungai atau Sumandakia Sungut.

Sebagai bagian dari rumpun dayak, etnis Dusun Kadazan memiliki ciri-ciri seperti kebanyakan suku Dayak pad umumnya. Orang-orang Kadazan memiliki kulit kuning langsat dan sebagian besar bermata sipit khas rumpun Austronesia. Dalam segi budaya, Dusun Kadazan juga memiliki adat istiadatnya yang apabila dilihat sekilas, hampir mirip dengan suku Dayak pada umumnya.

Dalam ajaran leluhur yang diturunkan secara turun temurun, etnis ini terus mempertahankan nilai-nilai yang berlaku dalam adat istiadat seperti Sopituhung-tuhung atau tolong menolong, Mamantang do vokon atau menghormati sesama, dan Mamantang do mohoing atau menghormati orang tua. Ajaran dari nilai-nilai adat istiadat ini terus dibawa sejak zaman nenek moyang hingga saat ini.

Continue reading “Belajar Bahasa Dusun Kadazan, Malaysia”

Asal Usul Nasi Kuning

Siapa sih orang Indo yang gak kenal nasi kuning, iya gak gaess? Rata-rata nih dari Sabang sampai Merauke plus dari pulau Miangas sampai pulau Rote, sepertinya sudah pada tahu nasi kuning deh,,,hehee. Memang makanan legendaris ini sudah terkenal se-Nusantara gaess. Secara rasanya yang gurih dan khas plus warnanya yang menarik, apalagi aromanya yang wangi membuat banyak orang menyukai makanan yang satu ini.

Nasi kuning biasanya disajikan di acara-acara atau perayaan khusus. Bahkan di beberapa tempat, makanan ini seakan-akan atau bahkan memang telah menjadi syarat khusus dalam suksesnya acara tersebut. Walau demikian, nasi kuning juga banyak kok di jual di beberapa restoran maupun warung makan, bahkan dijual sambil berjalan kaki sama abang-abang nasi kuning, eh ada juga loh mbak-mbak jualan nasi kuning yang cakep and sexy,,,,,ah sudahlah.

By the way anyway busway, para agan sudah tahu belum tentang sejarah nasi kuning? Atau kira-kira makanan khas dari manakah nasi kuning ini? Makanan ini menurut cerita masyarakat Jawa, nasi kuning telah menjadi makanan khas dari tanah Jawa sejak era lampau loh gaess. Jadi gini kisahnya gaess, pada zaman dahulu kala, dibuatlah makanan yang terbuat dari beras dimana bahannya menggunakan kunyit. Continue reading “Asal Usul Nasi Kuning”

Pembagian Wilayah Samarinda

Kota Samarinda sebagai ibukota provinsi Kalimantan Timur merupakan kota dengan penduduk yang beragam, mulai dari budaya maupun penduduk yang bermukim di sekitar wilayah Samarinda. Kekayaan budaya yang ada di kota Samarinda memang terjadi karena sejarah yang cukup panjang pernah terjadi di era lampau. Memang di era jauh sebelum kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, pulau Kalimantan bagian timur ini, khususnya daerah Samarinda (Di masa sebelumnya) merupakan daerah atau wilayah kekuasaan Kerajaan Kutai Kertanegara Ing Martadipura.

Kota Samarinda dalam perkembangannya menjadi kotamadya ini tergolong unik karena wilayah kota ini dipisahkan oleh sungai besar yang membagi dua daratan yakni Samarinda dan Samarinda seberang. Sungai besar ini adalah sungai Mahakam. Untuk sampai dari pusat kota ke Samarinda seberang, masyarakat harus menyeberangi sungai dengan media jembatan Mahakam (Jembatan Mahkota 1) sepanjang 400 meter. Selain jembatan Mahakam, ada juga jembatan Mahkota 2 yang menjadi media penyeberangan dari sisi satu ke sisi yang lain.

Ibukota provinsi Kalimantan Timur ini memiliki luas wilayah 717 kilometer persegi. Berdasarkan posisi geografis, kota Samarinda terletak pada koordinat 0°21’81” – 1°09’16” LS dan 116°15’16” – 117°24’16” BT. Iklim yang ada di kota ini merupakan iklim topis basah dengan suhu rata-rata 20°C – 34°C dan curah hujan rata-rata 1980 mm/tahun.

Continue reading “Pembagian Wilayah Samarinda”

Pembagian Wilayah Pada Kota Manado

Kota Manado sebagai ibukota provinsi Sulawesi Utara di Indonesia sudah terkenal akan wisata alamnya yang indah, khususnya taman laut Bunaken yang cukup terkenal dari zaman dahulu. Memang wilayah kotamadya ini tidak hanya berada pada satu daratan, namun juga dipisahkan oleh laut yang membentang antara pulau Sulawesi, pulau Manado Tua, dan pulau Bunaken. Selain wisata bawah lautnya yang indah, pemandangan kota Manado dari perbukitan sangatlah memanjakan mata.

Memang kota ini terletak di pesisir pantai sebelah utara pulau Sulawesi bagian utara, tepatnya menghadap ke arah Nusa Utara (Kepualauan Sangihe dan Talaud). Selain itu, letak geografis kota Manado dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan. Sebagai kota yang berada di pesisir pantai, kotamadya yang satu ini mendapat julukan sebagai kota nyiur melambai. Memang dulunya sepanjang garis pantai wilayah kotamadya ini banyak ditumbuhi oleh pohon kelapa.

Kotamadya ini memiliki luas wilayah daratan sekitar 15.726 hektar dengan garis pantai sepanjang 18,7 kilometer. Berdasarkan posisi geografis, kota ini berada pada 124°40’-124°50’ BT dan 1°40’ LU. Iklim yang ada di kota ini merupakan iklim tropis dengan suhu rata-rata 24°C – 27°C dan curah hujan rata-rata 3.187 mm/tahun.

Continue reading “Pembagian Wilayah Pada Kota Manado”

Kaisar Akihito Dan Gobi Dari Minahasa

Beberapa hari yang lalu Kekaisaran Jepang mengalami momen yang sangat penting dalam perjalanan kepemimpinan dengan sistem Kerajaan. Negara dengan julukan matahari terbit ini memang memiliki Kaisar sebagai Kepala Negara. Kaisar Akihito sebagai Kepala Negara beberapa hari lalu turun dari tahta kekaisarannya.

Kaisar Jepang Akihito meninggalkan tahtanya sebagai Kaisar Jepang pada tanggal 30 April 2019. Gelar Kekaisaran Jepang ini diwariskan kepada anaknya yakni Putra Mahkota Naruhito yang menjadi Kaisar pada tanggal 1 Mei 2019. Kaisar Naruhito sendiri merupakan anak sulung dari Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko. Anak-anak Kaisar Akihito sendiri selain Kaisar Naruhito yang dengan gelar sebelumnya Hiro No Miya atau Pangeran Hiro yang baru saja menjadi Kaisar Jepang, yakni Fuhimito dengan gelar Akishino No Miya atau Pangeran Akishino dan Sayako dengan gelar Nori No Miya atau Puteri Nori.

Kaisar Akihito dilahirkan pada tanggal 23 Desember tahun 1933 di kota Tokyo. Kaisar Akihito ini dilahirkan di era Heisei atau era perdamaian. Beliau diberi nama Tsugunomija Akihito dan merupakan anak tertua dari Kaisar Hirohito dan Permaisuri Nagako. Diketahui, Kaisar Akihito merupakan keturunan langsung dari Kaisar Jimmu yang ke 125 yang merupakan Kaisar pertama Kekaisaran Jepang.

Continue reading “Kaisar Akihito Dan Gobi Dari Minahasa”

Belajar Bahasa Sunda

Belajar bahasa Sunda adalah hal yang paling kamu butuh kan gaes ketika kamu ada di daerah Jawa Barat dan kamu bukan asal daerah tersebut. Mengapa? Karena kebanyakan di daerah Jawa Barat bahasa sehari-hari yang dipakai disana adalah bahasa Sunda gaes. Yah memang bahasa Indonesia gaul dan formal memang dipakai juga sih di daerah Jawa Barat, tapi tetap saja gaes mayoritas kalimat yang muncul nantinya berbahasa Sunda alias percakapan sehari-hari berbahasa lokal….hehee

Kalau kamu orang dari luar pulau Jawa dan baru saja menginjakkan kaki di tanah Sunda, mungkin kamu akan sedikit kebingungan dengan percakapan sehari-hari di daerah tersebut. Oh iya, berbicara mengenai daerah yang berbahasa Sunda, bagi kamu-kamu yang belum tahu nih saya beri tahu yah. Jadi gini sob, daerah-daerah yang menggunakan bahasa Sunda itu yakni Bandung dan sekitarnya, Subang, Sumedang, Pagaden, Majalengka, Indramayu, Cirebon, Bogor, Banten, dan lain sebagainya.

Oh iya gaes, sebelum kita belajar bahasa Sunda, saya mau berbagi informasi seputaran Sunda yah. Jadi gini gaes, tau gak sih, Sunda itu merupakan suku kedua terbesar di Indonesia loh. Penyebarannya bermula dari pulau Jawa dan kemudian menyebar ke seluruh Nusantara alias perantauan gaes. Dari kesamaan budaya dan bahasa, etnis Sunda dan Jawa di masa lalu memiliki pertalian yang sangat erat.

Continue reading “Belajar Bahasa Sunda”