Belajar Bahasa Sansekerta

Bahasa Sansekerta atau Sanskrit adalah bahasa kuno yang sangat berpengaruh di beberapa belahan dunia, khususnya sebagian besar wilayah Indonesia. Di Indonesia sendiri, hal ini dikarenakan dahulu kala seluruh wilayah di Indonesia (Bagian barat) dikuasai oleh kerajaan-kerajaan Hindu, dimana bahasa utamanya banyak diserap dari bahasa Sansekerta. Bahasa Sansekerta merupakan bahasa kuno yang berasal dari daerah India dan sekitarnya dimana bahasa ini merupakan salah satu dari bahasa kuno – mungkin juga tertua – dalam rumpun bahasa Indo-Eropa (Selain bahasa Het).

Bahasa Sansekerta sendiri di daerah asalnya dahulu hanya diajarkan kepada kaum yang kastanya tinggi seperti kaum bangsawan, dan juga untuk kaum Brahmana atau untuk keperluan agama, sementara untuk rakyat jelata bahasa yang dipakai adalah bahasa Prakerta. Dalam pengertiannya sendiri, Sansekerta berarti bahasa yang sempurna. Kepercayaan lokal di daerah asalnya mempercayai bahwasannya bahasa ini merupakan bahasa para Dewa. Mungkin karena hal ini pula yang menyebabkan bahasa Sansekerta tidak boleh dipelajari oleh sebagian orang atau mereka yang berasal dari kasta rendah, bahkan asal usul bahasa ini sangat tabu untuk dipertanyakan – sehingga sekarang ini bahasa tersebut diklaim oleh beberapa budayawan bahwasannya bukan bahasa asli India dan sekitarnya.

Bahasa Sansekerta di tanah air mulanya dibawa oleh para pendeta Hindu dari India dan sekitarnya. Para pendatang dari India ini mulanya memang datang untuk berdagang, namun dalam perkembangannya terjadilah asimilasi budaya, terutama dalam hal peradaban. Peradaban Hindu sendiri masuk ke Nusantara sekitar abad ke 5 Masehi dan berkembang pesat atau mencapai puncak kejayaannya sekitar abad ke 7 Masehi. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya kerajaan-kerajaan Hindu yang berjaya pada sekitaran abad itu. Kerajaan Hindu yang paling berjaya adalah kerajaan Majapahit.

Setelah era peradaban Hindu mulai redup digantikan dengan era peradaban Budha, bahasa Sansekerta masih memiliki tempatnya di tanah air – hal ini juga disebabkan karena pusat agama Budha berada di India yang juga berbahasa Sansekerta dalam hal agama. Kerajaan-kerajaan pada peradaban Budha di tanah air yang berjaya pada masa itu tetap memakai bahasa Sansekerta dalam kehidupan beragama dan berbudaya.

Nampaknya, peradaban Hindu-Budha di masa lampau ini telah banyak memengaruhi peradaban dan budaya, terutama dalam segi bahasa. Dapat dipastikan bahwa sebagian besar bahasa Jawa kuno banyak dipengaruhi oleh bahasa Sansekerta ini, bahkan bahasa Sansekerta disebut-sebut sebagai bahasa Jawa kuno. Selain itu, tulisan-tulisan kuno di prasasti-prasasti masa di masa lampau juga berbahasa Sansekerta, bahkan banyak nama-nama daerah, misalnya nama-nama gunung yang berbahasa Sansekerta pada masa lampau yang kemudian dirubah oleh Belanda, seperti halnya gunung Brahma yang sekarang menjadi gunung Bromo, gunung Tampurhyang yang sekarang menjadi gunung Batur, gunung Sang Hyang yang sekarang menjadi gunung Dieng, dan masih banyak lagi.

Bahasa Sansekerta memang cukup menarik untuk dipelajari, mengingat bahasa ini sudah menjadi bagian dari budaya Nusantara. Berikut beberapa kosa kata dalam bahasa Sansekerta dan artinya:

Aba = perintah
Abah = alat, perkakas
Abang = merah
Abhinaya = semangat
Abhipraya = mempunyai harapan
Abhirama = menyenangkan
Abhista = dinginkan
Abhitah = pemberani
Abicaraka = santet
Abipraya = cita-cita
Abiyasa = bijaksana, pandai
Abra = gemerlapan, berkilauan
Abyakta = berkembang
Abyudaya = makmur
Acalapati = paling tinggi
Acarya = pendidik, pengajar, guru
Acintya = melampaui segalanya
Aciraba = paling cepat
Adaka = banteng
Adamar = lampu, pelita
Adanu = sinar, cahaya
Adhi/Adhik = adik
Adhidrawa = cairan yang unggul
Adhigana = golongan unggul
Adhikari = istimewa
Adhimukti = bersemangat
Adhipramana = penguasa pertama
Adhirajasa = tangguh
Adhyasta = pengawas
Adi = unggul/besar
Adibrata = tingkah lakunya yang unggul
Adicandra = rembulan yang indah
Adika = yang terbaik
Adil = tidak memihak
Adinata = paling unggul
Adri = gunung
Aditya = orang yang pandai dan bijaksana, matahari
Adiwangsa = mulia
Adun = elok
Adwaya = tunggal
Adwitiya = tidak ada duanya
Adyatma = anugrah hidup
Adyuta = menerangi
Agata = datang/tiba
Agni = api/panas
Agnimaya = hangat
Agra = paling tinggi
Agrapana = sumber hidup yang utama
Ahengkara = durhaka, nafsu jahat
Ahwaya = hubungan, gabungan
Akara = wujud, rupa
Aksata = tidak terputus
Akusara = sukses, yakin, pasti
Anabela = penuh kekaguman
Anaga = seperti naga
Anagata = masa depan
Anala = badan, tubuh
Ananta = tanpa batas
Anantara = tanpa jarak
Anargya = tidak terhingga nilainya
Angga = tubuh, anggota badan
Anggara = hari selasa/wewangian
Anggaraksa = tongkat
Anggasta = bersemanyam
Ani = bingkai/selimut
Anjali = penghormatan
Anjana = perintah
Antar = berani dalam peperangan
Antargata = tersembunyi, terlindung
Antari = angin
Antarlina = melekat/menghilang
Antya = paling akhir
Anubhawa = kewibawaan
Anucara = sahabat
Apsara = meluncur, berjalan di atas air
Apta = cerdas/lengkap/terhormat
Aptana = mempunyai kepandaian
Aptanta = selalu dihormati
Apti = memperoleh/mencapai
Aradhana = perdamaian, penghormatan
Arakata = pelindung
Arana = tumbuh-tumbuhan
Ararya = golongan bangsawan
Ardhani = suci
Ariti = perunggu
Arok = tempuh, campur
Arjuna = putih
Arkana = berhati terang
Arkananta = selalu diterangi
Arnawama = samudra
Arsa = kegembiraan
Arsanta = dalam kegembiraan
Arsanti = berhati gembira
Arsawati = berpikir gembira
Arsono = selalu gembira
Aruna = merah
Arya = bangsawan/tegas/tegap
Aryaguna = bersifat mulia
Aryan = daun pembungkus
Aryanta = berhati tegas
Aryanti = bersifat tegas
Aryasatya = kemuliaan
Aryasuta = putra terhormat
Asaba = menggosok
Asadha = pertengahan tahun
Ascarya = tampil kedepan
Asep = dupa wangi
Aseta = tidak putih
Asma = nama
Asmara = dalam cinta
Asti = permata
Astra = senjata
Astramaya = bersenjata
Astula = luas
Astunkara = mengiyakan
Aswa = kuda
Aswadi = kuda indah
Aswatama = kuda yang hebat
Aswattha = pohon beringin
Asweta = keputih-putihan
Aswin = pandai mengobati
Atharwa = mantra penolak bahaya
Awahita = penuh perhatian
Awyati = langit
Ayatana = melaksanakan
Babad = tempat yang bersih
Babar = mengembang
Babil = suka membantah
Bacinah = halaman istana
Badam = pohon ketapang
Badama = parang, senjata
Badasa = tumbuh-tumbuhan berduri
Badi = abadi/kekal/sehat
Badianto = terselubung kesehatan
Badijan = benar-benar sehat
Badiman = laki-laki sehat
Badimin = mohon kesehatan
Badiono = dalam keadaan sehat
Badiran = namanya abadi
Baghala = kambing jantan
Baghali = kambing betina
Baharu = baru
Bahiri = ikat pinggang
Bahiscara = tampak di luar
Bahni/Bahning = api
Bahulocana = sangat hati-hati
Bala = teman, pengikut
Balakosa = kekuatan dan kejayaan
Bali = persembahan
Balin = prajurit kehormatan
Balinda = bijaksana
Balindra = berbakti kepada atasan
Baluh = bantuan
Baluku = beruang yang sangat kuat
Balun = menggulung
Bama = sebelah kiri
Bana = anak panah
Banu = air
Barat = ulat, logam
Barata = ulat, logam
Baruna = samudra
Basanta = musim bunga, kekuasaan yang dalam
Basita = terkenal
Baswara = berkilau, bercahaya
Bata = prajurit
Batra = anggota badan
Baudenda = hakim
Bawika = bermaksud baik
Baya = kemungkinan
Bayanaka = luar biasa
Bayu = angin/udara/tarikan nafas
Bendara = pengelola harta benda
Beno = mengkilap, berseri
Bhadra = selamat
Bhadrasana = bermeditasi
Bhadrika = gagah berani
Bhama = nafsu
Bhamakerti = berwajah tampan
Bhamana = kaum bangsawan
Bhanu = sinar/cahaya/terang
Bhrukuti = bulu mata, alis
Birah = ubi talas
Bisar = jinak
Bono = ramah tamah dan sopan santun
Brahma = mantera suci
Brahmacari = tetap suci dan murni
Brahmana = bertindak suci
Braja = halilintar, petir
Brama = suka marah
Bramanta = pengembara
Bramanty = ksatria perang
Bramara = lebah
Bramaraka = rambut ikal
Bramawisata = gemar berpergian
Brisadi = tenda
Buat = hebat
Bubul = terbuka
Buntala = tombak tajam
Buntara = bersemangat, bergelora
Buraksa = pohon beringin, kuda bersayap
Buwaca = pertunjukan
Byakta = nampak nyata
Byuha = garis perang
Cadudasa = cemerlang
Cakiyar = ayam hutan
Calya = tanpa cacat
Camana = permandian suci
Camani = air suci
Camara = sapi jantan
Camari = anjing
Canda = bernafsu
Candani = batu pualam
Canna = tongkat cacat
Cantaka = burung air
Carani = bangunan indah yang kecil
Carmi = kaca
Carola = siap bertempur
Catra = payung kebesaran raja
Catrasamba = tangkai payung
Caturasmi = empat nama
Catwari = empat bagian
Caweni = kain putih
Cawi = burung srigunting
Cawuta = jenis pakaian
Caya = bayang-bayang/kilauan cahaya
Cayadewi = bayangan bidadari
Cedar = anjing buas
Cedit = mematuhi perintah
Cekah = terbelah
Cekeh = melindungi
Celih = menghindari bahaya
Cembul = hitam
Cetta = berpengetahuan luas
Chaitra = pertigaan tahun
Chanda = nyanyian suci
Chandra = unggul, terkenal eminent, illustrious
Cheda = belahan
Chedana = memotong, membelah
Chesta = tingkah laku
Chindaga = pandan wangi
Cidra = celah
Cihna = sifat khas
Cindaga = pandan wangi
Cita = onggokan kayu
Citra = beraneka warna
Citrakara = pelukis
Citraloka = catatan sejarah dunia
Citrani = terselubung lukisan
Citrapata = lembaran hidup
Citta = maksud hati, pikiran
Codayati = mengkritik
Codya = meminta dengan paksa
Codyani = menyetujui permintaan
Codyawacani = berkata dengan perlahan-lahan
Cokli = kulit tiram
Coli = senjata tertentu
Conary = bijaksana
Condita = terpaksa
Cora = dalam kegelapan
Cremin = kaca hias
Cucur = burung elang
Cula = jambul naga
Cumbana = mencium
Cumbanarasa = kenikmatan bersenggama
Cumbita = senTuhan lembut
Cundamani = permata terbaik
Cunduk = bertemu
Cuni = permata
Curirana = enggan bertempur
Curnita = menyatukan
Curtina = menyatukan
Cuta = pohon mangga
Cutajanma = lahir terbelah
Cwalika = bangsa colamandala
Cyuta = keluar
Dadar = pakaian khusus, tampak
Daegal = lahir pada waktu fajar
Dagdha = tahan api
Dahayu = cantik
Dahup = cuci muka
Dakara = sepanjang masa
Daki = seperti laki-laki
Daksa = cakap, ahli
Dala = daun bunga
Dalana = pada jalannya
Dalima = buah delima
Dalu = sangat besar
Daludin = sebangsa ikan
Dama = ikatan budi, cinta kasih
Damas = kain sutera
Damayanti = terpuji hatinya
Dami = serasi
Damianto = dalam keserasian
Damijan = benar-benar serasi
Damilah = tampak serasi
Damilan = bertambah keserasiannya
Daminah = mempunyai hati yang serasi
Damiono = mempunyai keserasian
Damirin = senang keserasian
Damodara = yang bertali melilit pinggang
Damu = air pencuci
Dan = bersiaga
Danabrata = tingkah laku, dewa kekayaan
Danadipa = raja kekayaan
Danadyaksa = penjaga kejayaan
Danakirti = kekayaan dan kemasyhuran
Danakitri = kemasyuran
Danapati = rajanya kekayaan
Danasura = orang yang sangat dermawan
Dandani = mempersiapkan
Danendra = raja yang kaya raya
Daniswara = raja yang masyhur dan kaya raya
Danta = gading gajah
Danur = memanah/membidik
Danurwenda = ahli membidik
Dara = istri
Darana = memusatkan pikiran
Darani = bumi, tanah, sejenis mantra
Darba = ikatan
Dardura = katak
Dari = mulut goa
Darpa = kebanggaan
Darpani = merasa bangga
Darsana = terang penglihatannya
Darsi = berisikan kedamaian
Darsiati = damai hatinya
Dartoyo = berhati jernih
Darun = berjalan terus
Darya = berbudi, pendapat
Dawala = putih menyilaukan
Dawut = berangkat
Daya = pusat perasaan
Dayita = kekasih
Dewani = terselubung kemuliaan
Dewari = muda dan mulia
Dewati = berhati mulia
Dharma = welas asih
Dihyan = matahari
Dimas = yang terkasih
Dimaz = yang terkasih
Diyanti = berhati matahari
Donahue = prajurit yang tangguh
Ebuh = kabut
Edok = menempatkan diri
Emi = unggul
Enda = terakhir
Enes = sendiri
Esrtungkoro = kesanggupan menghadapi masalah
Estungkara = kesanggupan menghadapi masalah
Gahyaka = nama pujian
Gajahsora = perkasa tenaganya
Gajendra = perkasa
Gala = meraung
Galar = ramalan
Gama = perjalanan
Gamadi = pengelana
Gambira = sungguh-sungguh
Gamel = menguasai
Gana = pasukan
Gandara = kelompok nada suara
Gantari = menyinari
Gardaba = keledai
Gardana = berjiwa pengawal
Gardapati = pengawal berani mati
Garga = pendeta
Garjita = membanggakan
Garwa = bangga
Garwita = bangga sekali
Gasita = dihabiskan
Gasti = cepat
Gastiadi = baik kecepatannya
Gastiasih = dicintai karena kecepatannya
Gata = telah pergi
Gatawati = telaga
Gati = tindakan
Gatra = anggota tubuh
Gatra = calon mahluk, anggota
Ghataka = penyanyi keliling
Ginanita = menghitung
Gita = nyanyian/lagu
Gitarja = nyanyian riang
Gora = dahsyat
Graha = buaya
Grahita = perasaan
Hamdri = menghitung emas
Hanasta = menguasai
Hansa = angsa
Hara = untaian mutiara
Haraka = pembagian
Harana = pembawaan
Hari = singa/dewa wisnu
Harsa = kegembiraan
Harsani = tajamnya kegembiraan
Harsanto = kegembiraan yang dalam
Harsaya = timbul dari kegembiraan
Harsika = untuk kegembiraan
Hasita = tertawa
Hassya = kegembiraan
Hasta = tangan
Hasti = gajah
Hastin = redup, mata gajah
Hastinah = berbesar hati
Helga = saleh
Hemanta = musim dingin
Hematala = dari daerah pegunungan utara
Hira = intan
Hiranya = seperti emas
Hita = keuntungan
Hulun = saya
Huraga = badan/tubuh/raga
Ibha = gajah
Ibhakara = belalai gajah
Ica = kehendak hati
Ihatra = di dunia ini
Iksu = tebu
Ina = matahari pagi atau senja
Inak = enak, nikmat
India = sungai
Indurasmi = sinar rembulan
Ing = di
Inum = Minum
Ira = gerakan
Ista = dikehendaki
Istahal = bagian yang dikehendaki
Istahar = kehendak hidup
Jagaddhita = kesejahteraan dunia
Jaghana = bagian yang paling dalam
Jagratara = selalu waspada
Jaladhi = samudera
Jamanika = tirai, tabir
Jampana = tandu
Janaloka = dari dunia manusia
Janardana = menggairahkan
Janari = muda
Janggala = gersang
Janitra = berderajat tinggi
Janma = yang dilahirkan di dunia
Jantaka = menjelma
Japa = doa
Japari = selalu berdoa
Jara = lanjut usia
Javas = cekatan
Jaya = kemenangan, berhasil
Jayasri = kemenangan yang cemerlang
Jayatsu = semoga dia menag
Jina = pemenang
Jingga = merah terang
Jitaksara = ahli sastra
Jiwanta = dalam ketenangan hidup
Jiwatrisna = ingin hidup
Jiyah = pujian suci
Kadhaton = istana
Kadi = seperti
Kahyangan = tempat para dewa
Kaka/kakak = kakak
Kama = cinta, kasih sayang
Kamala = teratai
Kamaayan = kesaktian, kelebihan
Kamini = wanita penuh kasih sayang
Kampa = getaran
Kampana = mempunyai getaran
Kanaka = emas
Kanana = hutan
Kancana = emas, kencana
Kang = saudara yang lebih tua, kakak
Kanistha = termuda
Kanta = batas
Kapila = merah muda
Kapindra = raja kera
Kapit = terjepit, terapit
Kaptin = kapten
Kaput = kotor
Kara = sinar cahaya
Karaca = nisan
Karana = karena, sebab
Karaton = istana
Kardi = pekerjaan, kegiatan
Karma = nasib
Kartala = seberkas sinar, penerangan
Karoh = sahabat [karib], kenalan
Karunya = perasaan belas kasihan
Karya = pembina
Kasir = panji, bendera
Kasmala = patah semangat
Kaspa = ubi kayu
Kastara = termashur
Kasyapi = bumi
Kasyara = termasyhur
Katana = panah, anak panah
Katara = dahsyat
Katga/katgada = keris
Kathana = dongengan
Katong = raja
Kawaca = baju perang
Kawanda = awan
Kawasa = kuasa, mampu, kuat
Kawatgata = kecelakaan
Kawi = pujangga
Kawindra = rajanya pujangga
Kawiswara = yang mulia
Kawiwara = pujangga terkenal
Kawuk = suara gagak
Kaya = tubuh, badan
Kayana = dermawan
Kenzie = peminpim yang bijaksana
Kesawa = berambut panjang dan indah
Kewala = sendiri
Kirana = sinarnya cantik dan molek
Kumba = belangga
Kunudhani = nama yang dipuji
Kurantaka = kain tenun berwarna kuning
Kusala = malas
Kyati = nama yang harum
Labda = telah mencapai tujuannya
Labdagati = berhasil, sukses
Labdajaya = mencapai kemenangan
Labdawara = telah menerima pemberian anugerah
Ladin = nama bunga
Laksita = terkenal
Laksmi = asri, cantik, mustika
Laksmiwati = cantik rupawan
Lalita = yang berharga
Lamont = ahli hokum
Lastana = nampak kecepatannya
Lastini = kemauannya ingin cepat
Locana = mata
Lohita = berwarna merah
Loka = dunia
Lokatara = luar biasa
Lokeswara = raja dunia
Maadyama = bermutu sedang
Madhuswara = bersuara merdu
Madya = tengah
Madyama = bermutu sedang
Magada = penyanyi
Mahacara = bermurah hati
Mahatma = berjiwa besar
Maheswari = bidadari
Mahidana = pemberian tanah
Mahidara = gunung
Mahija = putra bumi
Mahitala = permukaan bumi
Mahogra = sangat kuat
Mana = kebanggaan
Manda = lemah lembut
Mandaka = menghiasi
Mandakini = anak sungai
Mandara = gunung laut
Mandasari = gerakannya lemah lembut
Mandira = bangunan suci
Mandra = lemah lembut, halus
Mandrakanta = maju perlahan
Marga = jalan, sarana, jalan untuk mencapai
Margana = anak panah
Moktika = mutiara
Monasrita = pendiam
Nadi = sungai
Nala = jantung hati
Nalini = bagus, kesayangan
Nandana = anak laki-laki
Nandini = lembu putih
Nanditama = tukang emas
Naranta = berbunyi gemerincing
Nararya = yang dimuliakan
Narasnama = namanya suci
Nareswari = permaisuri
Nari = wanita
Narma = hiburan
Nasika = hidung
Nastapa = mengenaskan
Nastari = terus menerus
Nasti = tidak, tidak ada
Nata = raja, pemimpin
Nataka = diangkat, diresmikan
Natha = pelindung
Nawa = ke sembilan, sembilan
Nawami = yang ke sembilan
Naya = tingkah laku
Nayaka = prajurit, pengawal
Nayottama = kebijaksanaan yang unggul (utama)
Nidhana = pandai menyimpan
Nipun = pandai, cerdik
Nirada = pemberi air
Niratmaya = tidak memiliki pribadi
Nirbana = kebahagiaan yang sempurna
Nirbaya = tidak gentar, berani menghadapi bahaya
Nirbita = tidak mengenal takut
Nirmana = terlepas dari rasa harga diri
Nirmaya = tanpa kebijaksanaan
Niroga = bebas dari penyakit
Nirpataka = terlepas dari kemalangan
Nirwasita = bijaksana
Nirwata = berputar
Niscala = kokoh
Niscaya = berketetapan hati
Niscita = sungguh-sungguh
Nisita = runcing
Niti = tingkah laku yang baik dan benar
Nitijana = berhati-hati
Nitimanta = yang berkelakuan baik
Nitya = tidak ada putusnya
Nityasa = terus menerus
Niwasana = kain, pakaian
Niwasika = mempunyai tempat tinggal
Niyata = dikendalikan
Nyata = berkemampuan
Ogha = wanita menderita cinta
Opal = from the opal gemstone
Osadha = ramuan obat
Osadhi = obat
Osborn = beruang yang sangat kuat
Ostha = bibir
Pada = kaki/rumah
Padapa = tumbuh-tumbuhan
Padatala = telapak kaki
Padika = syair
Padma = teratai merah
Padmarini = indah dan tajam
Padmini = wanita ulung
Pahang = tangkai bunga
Paksa = sayap/separuh bulan
Palapa = memikat serta menarik hati
Palawa = bersemi
Palguna = musim ke delapan
Pana = tangan
Panasa = pohon nangka
Pandita = orang yang arif bijaksana
Pandya = orang suci dan bijaksana
Pangalasan = jabatan, martabat
Pani = tangan
Parabawa = mencintai orang
Parahita = memperhatikan kesejahteraan orang lain
Parama = paling unggul
Paramesti = berdiri paling depan
Paramita = kebaikan & kebijakannya tidak terduga
Pararta = berita
Paristuti = sempurna kepuasannya
Pariwara = berita iklan
Parna = daun
Parusa = tajam dan menusuk
Parwata = gunung
Paryanto = lingkaran
Paryem = landasan
Pasa = rantai
Pasada = cincin
Pasi = batu
Pastha = bagian yang dalam
Pastika = kristal
Pasugati = mengunjungi
Pataka = bendera
Patala = bumi
Patangga = terbang di angkasa
Patibrata = sehidup semati
Patni = istri
Patra = pantas
Pawaka = api
Pawana = angin
Payoda = awan, yang menghasilkan air
Pinggala = keemasan
Pipilaka = semut
Pita = kuning
Praba = cahaya, terang
Prabakti = kasih saying
Prabala = penting, keras dan kokoh
Prabangga = sombong
Prabangkara = matahari, pelukis
Prabasa = terang benderang
Prabata = dinihari, fajar
Prabawa = kekuatan, tenaganya luar biasa
Pracanda = hebat sekali
Pracara = tampil ke depan
Pracima = ke arah barat
Prada = pemberian, bantuan
Pradana = yang penting
Pradata = jelas pandangannya
Pradipa = lampu, cahaya, sinar
Pragiwaka = mempunyai kewaspadaan
Praharsa = sangat gembira
Prakasa = terkenal
Pralapa = perbincangan
Pralina = larut
Pramada = kelalaian
Pramana = cara dapat pengetahuan secara benar
Pramatta = bergairah
Pramoda = kegembiraan yang berlebihan
Pramukha = terkemuka
Prana = nafas
Pranaja = anak laik-laki
Pranama = menghormati
Prapta = tercapai
Prapti = kekuatan yang menghasilkan sesuatu
Prasanti = kedamaian, ketenangan
Prasara = tersebar
Prasasta = dipuji-puji
Prastuti = terpuji-puji
Prata = kemasyuran
Pratama = pertama, utama
Pratangga = matahari
Pratanggakara = matahari
Pratima = patung, arca
Pratisena = prajurit
Prawara = paling terkemuka
Prayata = bersifat saleh
Prayatna = gigih usahanya
Prayoga = penerapan pekerjaan
Priya = cinta
Priyambada = manis ucapannya
Priyatama = kekasih yang utama
Punarbawa = lahir kembali
Purajit = penakluk benteng
Puraka = hadir di mana-mana
Purana = cerita lama (kuno)
Purantara = ibukota
Purasaba = istana
Purbani = rendah sekali
Puri = istana
Purwa = permulaan
Puspamaya = terbuat dari bunga
Puspita = bunga
Pustaka = buku, kitab
Pusti = keadaan yang terpelihara dengan baik
Radithya = matahari
Radmila = bekerja untuk rakyat
Raga = nafsu
Rajaswala = penuh nafsu
Rajata = perak
Rajni = putri raja
Raksa = perlindungan
Rakta = berwarna merah
Ramaniya = menyenangkan
Rania = bangsawan
Rasa = air
Rasendriya = tajam semua inderanya
Rata = kesenangan
Ratanika = kereta perang
Ratih = kesenangan, kegembiraan
Ratimaya = bayangan keindahan
Ratnadewati = gadis surga
Ratnaduhita = wanita bagaikan permata
Ratnamaya = bertahtakan permata
Rawi = matahari
Rawikara = berkas sinar matahari
Raynor = prajurit yang kuat
Recaka = bernafas
Resti = bergairah
Reswara = ulung, unggul, terkenal
Retisalya = luka dalam hati
Rodra = kejam
Rucira = cemerlang
Ruciragati = luwes
Rucita = gemerlap
Rudira = darah
Rudita = ditangisi
Sabagya = bahagia
Sabakti = dengan hormat
Sabda = bunyi
Sabha = masyarakat terpandang
Sadagati = angin
Sadajiwa = hidup selamanya
Sadana = penyelesaian
Sadara = terhormat
Sadi = baik, bagus, indah
Sadina = pemilik kebaikan
Sadu = berbudi luhur
Saduwarti = luhur tingkah lakunya
Sadya = dilaksanakan
Sagraha = siap menolong
Sahardaya = penuh perasaan
Saharsa = bergembira
Sahasra = seribu
Sahaya = pembawaan
Sahir = minuman
Sahitya = kerukunan, solidaritas
Sahodha = dibawa serta
Sahwahita = bermanfaat bagi kita semua
Sahya = mampu mempertahankan
Sajjana = orang yang bijaksana
Saka = dahan
Sakama = mengerjakan dengan mudah
Sakanti = cantik kemilau
Saki = teman, pengiring
Sakta = melekat, menurut kehendak hati
Sakti = kekuatan yang hebat, energi
Sakuna = burung
Sakunta = burung gagak
Sakwari = bulan
Sala = rumah yang besar
Salindri = pembantu wanita
Samagata = datang bersama
Samahita = tetap tegar, ketelitian yang besar
Samaja = gajah
Samala = pemenang
Samana = nafas hidup
Samasta = disatukan
Samba = penuh kebajikan
Sambara = mempersiapkan
Sambega = dilunakan dengan kasih saying
Samboga = kenikmatan yang lengkap
Samida = kayu bakar
Samira = angin
Samiti = ayat suci
Samitra = berteman
Samiya = keseimbangan
Samoda = penuh kesukaan
Sandang = watak
Sandya = persatuan
Sangkara = menyebabkan kemakmuran
Sangsaya = penuh keraguan
Santa = tenang, sentosa
Santika = yang mendamaikan
Santosa = kepuasan
Santusta = kepuasan yang sangat besar
Sapadi = dibandingkan
Saraga = dikuasai nafsu
Sarana = tempat perlindungan
Sarkara = madu
Sarpa = ular
Sarwa = seluruh
Sarwada = pemberi segala sesuatu
Sarwaga = hadir di mana-mana
Sarwari = malam
Sarwati = semuanya dipertimbangkan dalam hati
Sarwendah = semuanya serba indah
Saskara = kebenaran dan kemurnian
Sasmita = senyum yang penuh arti
Sastra = ilmu pengetahuan
Satwika = menyatukan budi dan jiwa
Satya = tulus hati
Satyawadi = berbicara secara jujur
Sayaka = anak panah
Sewagati = pengabdian
Sikara = keras melaksanakan kehendak
Sikartini = puncak gunung
Sila = tingkah laku
Silawarti = berkelakuan baik
Sitala = sejuk
Sitanggu = bersinar dingin
Sitara = bintang pagi
Sitaresmi = sinar rembulan
Siwanda = dunia
Siwarka = matahari
Siwastuti = melakukan pemujaan
Smara = mengingat
Sodha = suci, murni
Soka = duka cita
Sokya = kebahagiaan
Soma = rembulan
Sonita = darah
Sopana = sarana untuk mencapai
Soraba = harum, wangi
Sri = kemakmuran
Srimaya = kemegahan
Star = sebuah bintang
Suba = cemerlang
Subaga = untung, bahagia, indah
Subrata = teguh
Sujana = yang saleh dan patut dihormati
Sujiwati = jiwa yang tercinta
Sukanya = gadis cantik
Sukti = mutiara
Sulaksmi = cantik
Sundara = indah
Supala = menghasilkan buah yang baik
Suparna = bersayap indah
Surajana = pahlawan
Suteja = sangat cemerlang
Sutrapti = sangat puas
Suwarna = emas
Syandana = mengalir terus
Tadana = menyolok
Tadya = tertip
Tamisra = kejengkelan
Tandri = kelesuan
Tantra = bagian yang mendasar
Tantri = kawat atau senar untuk kecapi
Tanu = langsing
Tara = cara yang istimewa
Taraksa = serigala
Tarangga = bintang
Taranggana = kelompok bintang
Tarka = mengira, menaksir, menduga
Tarpana = memuaskan hati
Taruni = gadis/perempuan muda
Tarupala = buah
Taruwara = pohon terbaik
Teripta = kepuasan
Thani = kekal, abadi
Tibra = kuat dan keras
Tiksna = tajam, bersemangat
Tila = bibir
Tilaka = tanda pengenal
Tira = pantai
Tisti = terkemuka
Tita = air mata
Tiyasa = luar biasa
Toyadi = samudra
Tranggana = nama bintang
Tripta = kepuasan
Triyasa = tiga macam jasa (perbuatan)
Tuhina = halimun, embun yang sangat dingin
Tunas = menerima
Tungga = tinggi, mulia, utama
Tusara = salju
Ucca = tinggi, agung
Uccarana = pengucapan
Uda = air
Udadi = lautan, samudera
Udahani = lautan, samudra
Udaka = air
Udana = bernafas secara lembut
Udara = termasyhur, agung
Udarana = contoh yang menjelaskan
Udasina = bebas daari cinta dan naafsu
Udaya = muncul, terbit
Udayadri = gunung sebelah timur
Uddhiharta = terpilih
Udhata = ditinggikan
Udita = hamil
Ugra = sangat kuasa
Uma = lambang keberanian
Unggarana = pengucapan
Upadasta = contoh
Upadaya = pengajar
Upadhana = bantal, kasur kecil
Upakara = pertolongan
Upala = batu mulia
Upangga = berkarya
Upasaka = pemujaan
Upasama = kemakmuran, kesentosaan
Upasanta = pengendalian diri
Upasraya = perlindungan
Upih = burung bangau
Urdha = mulia
Urdhwa = tinggi menjulang
Urmi = ombak samudra
Urna = benang wol
Urni = berpakaian wol
Usa = malam
Usna = panas
Usnika = bersinar panas
Usnisa = ikatan kepala
Ustana = pemusatan pikiran
Ustra = hewan onta
Utpada = berpenghasilan
Utpadaka = yang menghasilkan
Utpata = terbang
Utpula = terbuka lebar
Utsawa = pesta besar
Veda = bijaksana
Wahita = dilaksana
Wahuta = pelaksana
Wahya = lahiriah
Wahyatma = lahir batin
Waji = kuda jantan
Wajini = kuda betina
Wajna = mengambil bagian
Wakta = pembicara
Wala = muda, berlimpah
Walawa = pengembala
Waluka = batu kerikil
Wanadri = gunung berhutan
Wanda = memuji
Wandira = pohon beringin
Wangsa = garis keturunan
Waradana = hadiah yang bernilai
Waragang = prajurit muda usia
Warana = menangkis
Waraprada = pemberi dana
Warastika = batu kristal
Waratmaja = anak yang unggul
Wari = air
Warjana = mengeluarkan
Warna = bentuk penampilan
Warsa = tahun
Wasa = berkekuatan, bersinar
Wasaka = bertempat tinggal
Wasara = siang hari
Wasi = ada kemauan
Wasita = berbau harum
Wasitwa = kakuasaan
Wastu = berharta benda
Wasudha = negara
Wasundara = bumi
Wasya = ditundukkan
Wata = angin
Wati = pandai, berkemampuan
Wawi = melaksanakan segera
Wayah = usia penuh semangat
Wayasa = burung gagak
Wayu = angin
Wegig = ceroboh
Wesa = pakaian
Wibana = nirwana
Wibasa = mempergunakan kekerasan
Wibawa = berkekuatan, bersinar
Wicaksana = bijaksana
Wicara = mendalam pertimbangannya
Wicarana = kebimbangan
Widita = diketahui
Wigani = selalu dalam pengingatan
Wigata = berangkat
Wija = pelipis, dahi
Wikrama = keteguhan hati
Wilapa = ratapan
Wilasa = kesenangan
Wiloka = menjadi sadar
Wirasa = hambar
Wirasana = bersikap pahlawan
Wirati = membebaskan diri dari hawa nafsu
Wisala = sangat termasyhur
Wisaya = mempunyai daerah kekuasaan
Wiskira = yang menyebarkan
Wisma = bersifat universal
Wistara = jelas dan pandai
Wisti = karya yang diwajibkan
Wita = kekayaan
Witana = berjumlah banyak
Wiwara = celah
Wiyoga = berpisah dengan derita
Yajamana = uang membiayai pengorbanan
Yajna = taat sekali
Yajuh = doa, mantera
Yakti = penampilannya tampak jelas
Yama = pengendalian diri
Yamanda = dunia yama
Yamani = neraka
Yantra = alat, sarana
Yasa = kemuliaan, kehormatan
Yasah = nama harum
Yasti = tongkat
Yatalia = permainan pengisi waktu
Yatana = kesengsaraan
Yatarta = sesuai dengan keadaannya
Yatha = menurut
Yati = telah mengendalikan nafsunya
Yatita = berusaha keras
Yatna = mengerahkan tenaga
Yoga = mencapai kesatuan
Yogi = of the yoga practice
Yogini = petapa wanita
Yogiswara = pendeta, orang suci
Yogya = patut, pantas
Yuganta = akhir jaman

Peradaban Hindu-Budha di masa lampau hingga kini masih terus terbawa dan telah menjadi budaya lokal di Nusantara, misalnya pewayangan pada masyarakat Jawa, bahkan lambang negara Indonesia burung Garuda dimana Garuda sendiri merupakan kendaraan Dewa Visnu (Wisnu) dalam kepercayaan Hindu, dan lain-lain. Selain itu, banyak pula bahasa-bahasa Sansekerta yang masih dipakai atau dijadikan semboyan dan nama penghargaan, misalnya semboyan negara Bhineka Tunggal Ika, semboyan TNI Kartika Eka Paksi, semboyan POLRI Rastra Sewakottama, penghargaan Adipura, dan lain-lain.

Walaupun menurut sebagian besar peneliti bahwa bahasa Sansekerta ini berasal dari daerah India dan sekitarnya, namun ada juga sebagian kecil kelompok budayawan yang mengklaim bahwa bahasa Sansekerta merupakan bahasa yang berasal dari Nusantara (Jawa). Lepas dari kedua hal yang berbeda ini, benar tidaknya bahasa Sansekerta berasal darimana tergantung dari literatur-literatur yang ada atau adanya data pembuktian secara ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *