Belajar Bahasa Osing

Bahasa Osing atau ‘Basa Using’ atau ‘Byanyuwangian’ merupakan salah satu bahasa di Nusantara yang dituturkan oleh Suku Osing. Suku Osing sendiri merupakan suku asli daerah Banyuwangi dan sekitarnya yang berada di pulau Jawa bagian Timur.

Penutur bahasa Osing sampai saat ini masih sangat banyak dan berada pada tiap generasi (Sampai sekarang) sehingga bahasa Osing tidak dikategorikan sebagai bahasa asli di Nusantara yang terancam punah. Walaupun beberapa daerah pemukiman suku Osing sekarang semakin banyak pendatang dari daerah-daerah sekitar – misalnya Madura dan Jawa – namun penutur bahasa Osing berhasil mempertahankan bahasanya.

Penutur bahasa Osing tersebar di sebagian besar daerah kabupaten Banyuwangi dan beberapa tempat di wilayah kabupaten Jember. Sayangnya, penuturan bahasa Osing di wilayah kabupaten Jember ini dialeknya sedikit terpengaruh oleh bahasa Jawa dan Madura sehingga menjadi sedikit berbeda dengan bahasa Osing di wilayah Banyuwangi. Hal ini dikarenakan penutur bahasa Osing di yang bermukim di wilayah Jember terisolasi dari penutur-penutur bahasa Osing lainnya di daerah Banyuwangi.

Continue reading “Belajar Bahasa Osing”

Belajar Bahasa Sansekerta

Bahasa Sansekerta atau Sanskrit adalah bahasa kuno yang sangat berpengaruh di beberapa belahan dunia, khususnya sebagian besar wilayah Indonesia. Di Indonesia sendiri, hal ini dikarenakan dahulu kala seluruh wilayah di Indonesia (Bagian barat) dikuasai oleh kerajaan-kerajaan Hindu, dimana bahasa utamanya banyak diserap dari bahasa Sansekerta. Bahasa Sansekerta merupakan bahasa kuno yang berasal dari daerah India dan sekitarnya dimana bahasa ini merupakan salah satu dari bahasa kuno – mungkin juga tertua – dalam rumpun bahasa Indo-Eropa (Selain bahasa Het).

Bahasa Sansekerta sendiri di daerah asalnya dahulu hanya diajarkan kepada kaum yang kastanya tinggi seperti kaum bangsawan, dan juga untuk kaum Brahmana atau untuk keperluan agama, sementara untuk rakyat jelata bahasa yang dipakai adalah bahasa Prakerta. Dalam pengertiannya sendiri, Sansekerta berarti bahasa yang sempurna. Kepercayaan lokal di daerah asalnya mempercayai bahwasannya bahasa ini merupakan bahasa para Dewa. Mungkin karena hal ini pula yang menyebabkan bahasa Sansekerta tidak boleh dipelajari oleh sebagian orang atau mereka yang berasal dari kasta rendah, bahkan asal usul bahasa ini sangat tabu untuk dipertanyakan – sehingga sekarang ini bahasa tersebut diklaim oleh beberapa budayawan bahwasannya bukan bahasa asli India dan sekitarnya.

Bahasa Sansekerta di tanah air mulanya dibawa oleh para pendeta Hindu dari India dan sekitarnya. Para pendatang dari India ini mulanya memang datang untuk berdagang, namun dalam perkembangannya terjadilah asimilasi budaya, terutama dalam hal peradaban. Peradaban Hindu sendiri masuk ke Nusantara sekitar abad ke 5 Masehi dan berkembang pesat atau mencapai puncak kejayaannya sekitar abad ke 7 Masehi. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya kerajaan-kerajaan Hindu yang berjaya pada sekitaran abad itu. Kerajaan Hindu yang paling berjaya adalah kerajaan Majapahit.

Continue reading “Belajar Bahasa Sansekerta”