Menyusuri Air Terjun Kali Pineleng Sampai Tinoor

Air terjun yang terdapat di desa Kali, Pineleng ini merupakan salah satu tempat rekreasi yang menarik untuk dikunjungi gaes. Beberapa hari yang lalu saya memiliki kesempatan untuk berkunjung ke sana. Akses masuk dari desa Kali, kecamatan Pineleng sangat mudah ditemukan loh gaes. Oleh karenanya, saya melewati jalan tersebut untuk sampai ke gapura menuju ke lokasi air terjun. Dari jalan masuk gapura (Dari arah jalan raya Manado – Tomohon) yang ada patung Imam Bonjolnya sampai ke gapura air terjun kira-kira 10 sampai 15 menit jika ditempuh dengan kendaraan bermotor.

Oh iya gaes, jadi air terjun yang saya kunjungi ini namanya Tapahan Telu menurut bahasa setempat. Dari gapura masuk air terjun Tapahan Telu sampai ke lokasinya dapat ditempuh dengan waktu sekitar kurang lebih 20 menit dengan berjalak kaki. Akses masuknya menurut saya cukup baik dan lumayan terawat gaes. Dari gapura saya menyusuri jalan yang ada railway-nya. Terlihat di beberapa spot terdapat pohon tumbang yang mencoba menghalangi jalan untuk sampai ke lokasi air terjun, namun kita tetap dapat dengan mudah melewati pohon tumbang ini. Yah sedikit menunduk atau lompat sih,,,hehee.

Dalam perjalanan untuk sampai ke lokasi, di sebelah kiri saya perbukitan yang awalnya masih terlihat rumah-rumah warga sampai akhirnya benar-benar hutan liar, sedangkan di sebelah kanan terdapat jurang dimana dibawahnya terdapat aliran sungai yang terus mengalir ke dataran yang lebih rendah. Dalam perjalanan menuju ke lokasi, terdapat beberapa spot perhentian yang sebenarnya lumayan bersih namun banyak sekali coretan-coretan hasil seniman gadungan yang tidak tahu makna pariwisata.

Continue reading “Menyusuri Air Terjun Kali Pineleng Sampai Tinoor”

Belajar Bahasa Dusun Kadazan, Malaysia

Kadazan adalah sebuah suku yang cukup besar yang mendiami daerah Sabah dan sekitarnya. Berdasarkan bahasa dan budayanya, suku Kadazan ini termasuk ke dalam rumpun Dayak di pulau Kalimantan. Suku Dayak Kadazan juga dikenal sebagai orang Dusun. Terkadang etnis ini disebut sebagai Dusun Kadazan atau Kadazandusun. Selain itu, etnis ini juga memiliki sebutan sebagai orang sungai atau Sumandakia Sungut.

Sebagai bagian dari rumpun dayak, etnis Dusun Kadazan memiliki ciri-ciri seperti kebanyakan suku Dayak pad umumnya. Orang-orang Kadazan memiliki kulit kuning langsat dan sebagian besar bermata sipit khas rumpun Austronesia. Dalam segi budaya, Dusun Kadazan juga memiliki adat istiadatnya yang apabila dilihat sekilas, hampir mirip dengan suku Dayak pada umumnya.

Dalam ajaran leluhur yang diturunkan secara turun temurun, etnis ini terus mempertahankan nilai-nilai yang berlaku dalam adat istiadat seperti Sopituhung-tuhung atau tolong menolong, Mamantang do vokon atau menghormati sesama, dan Mamantang do mohoing atau menghormati orang tua. Ajaran dari nilai-nilai adat istiadat ini terus dibawa sejak zaman nenek moyang hingga saat ini.

Continue reading “Belajar Bahasa Dusun Kadazan, Malaysia”

Asal Usul Nasi Kuning

Siapa sih orang Indo yang gak kenal nasi kuning, iya gak gaess? Rata-rata nih dari Sabang sampai Merauke plus dari pulau Miangas sampai pulau Rote, sepertinya sudah pada tahu nasi kuning deh,,,hehee. Memang makanan legendaris ini sudah terkenal se-Nusantara gaess. Secara rasanya yang gurih dan khas plus warnanya yang menarik, apalagi aromanya yang wangi membuat banyak orang menyukai makanan yang satu ini.

Nasi kuning biasanya disajikan di acara-acara atau perayaan khusus. Bahkan di beberapa tempat, makanan ini seakan-akan atau bahkan memang telah menjadi syarat khusus dalam suksesnya acara tersebut. Walau demikian, nasi kuning juga banyak kok di jual di beberapa restoran maupun warung makan, bahkan dijual sambil berjalan kaki sama abang-abang nasi kuning, eh ada juga loh mbak-mbak jualan nasi kuning yang cakep and sexy,,,,,ah sudahlah.

By the way anyway busway, para agan sudah tahu belum tentang sejarah nasi kuning? Atau kira-kira makanan khas dari manakah nasi kuning ini? Makanan ini menurut cerita masyarakat Jawa, nasi kuning telah menjadi makanan khas dari tanah Jawa sejak era lampau loh gaess. Jadi gini kisahnya gaess, pada zaman dahulu kala, dibuatlah makanan yang terbuat dari beras dimana bahannya menggunakan kunyit. Continue reading “Asal Usul Nasi Kuning”

Pembagian Wilayah Samarinda

Kota Samarinda sebagai ibukota provinsi Kalimantan Timur merupakan kota dengan penduduk yang beragam, mulai dari budaya maupun penduduk yang bermukim di sekitar wilayah Samarinda. Kekayaan budaya yang ada di kota Samarinda memang terjadi karena sejarah yang cukup panjang pernah terjadi di era lampau. Memang di era jauh sebelum kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, pulau Kalimantan bagian timur ini, khususnya daerah Samarinda (Di masa sebelumnya) merupakan daerah atau wilayah kekuasaan Kerajaan Kutai Kertanegara Ing Martadipura.

Kota Samarinda dalam perkembangannya menjadi kotamadya ini tergolong unik karena wilayah kota ini dipisahkan oleh sungai besar yang membagi dua daratan yakni Samarinda dan Samarinda seberang. Sungai besar ini adalah sungai Mahakam. Untuk sampai dari pusat kota ke Samarinda seberang, masyarakat harus menyeberangi sungai dengan media jembatan Mahakam (Jembatan Mahkota 1) sepanjang 400 meter. Selain jembatan Mahakam, ada juga jembatan Mahkota 2 yang menjadi media penyeberangan dari sisi satu ke sisi yang lain.

Ibukota provinsi Kalimantan Timur ini memiliki luas wilayah 717 kilometer persegi. Berdasarkan posisi geografis, kota Samarinda terletak pada koordinat 0°21’81” – 1°09’16” LS dan 116°15’16” – 117°24’16” BT. Iklim yang ada di kota ini merupakan iklim topis basah dengan suhu rata-rata 20°C – 34°C dan curah hujan rata-rata 1980 mm/tahun.

Continue reading “Pembagian Wilayah Samarinda”

Pembagian Wilayah Pada Kota Manado

Kota Manado sebagai ibukota provinsi Sulawesi Utara di Indonesia sudah terkenal akan wisata alamnya yang indah, khususnya taman laut Bunaken yang cukup terkenal dari zaman dahulu. Memang wilayah kotamadya ini tidak hanya berada pada satu daratan, namun juga dipisahkan oleh laut yang membentang antara pulau Sulawesi, pulau Manado Tua, dan pulau Bunaken. Selain wisata bawah lautnya yang indah, pemandangan kota Manado dari perbukitan sangatlah memanjakan mata.

Memang kota ini terletak di pesisir pantai sebelah utara pulau Sulawesi bagian utara, tepatnya menghadap ke arah Nusa Utara (Kepualauan Sangihe dan Talaud). Selain itu, letak geografis kota Manado dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan. Sebagai kota yang berada di pesisir pantai, kotamadya yang satu ini mendapat julukan sebagai kota nyiur melambai. Memang dulunya sepanjang garis pantai wilayah kotamadya ini banyak ditumbuhi oleh pohon kelapa.

Kotamadya ini memiliki luas wilayah daratan sekitar 15.726 hektar dengan garis pantai sepanjang 18,7 kilometer. Berdasarkan posisi geografis, kota ini berada pada 124°40’-124°50’ BT dan 1°40’ LU. Iklim yang ada di kota ini merupakan iklim tropis dengan suhu rata-rata 24°C – 27°C dan curah hujan rata-rata 3.187 mm/tahun.

Continue reading “Pembagian Wilayah Pada Kota Manado”

Kaisar Akihito Dan Gobi Dari Minahasa

Beberapa hari yang lalu Kekaisaran Jepang mengalami momen yang sangat penting dalam perjalanan kepemimpinan dengan sistem Kerajaan. Negara dengan julukan matahari terbit ini memang memiliki Kaisar sebagai Kepala Negara. Kaisar Akihito sebagai Kepala Negara beberapa hari lalu turun dari tahta kekaisarannya.

Kaisar Jepang Akihito meninggalkan tahtanya sebagai Kaisar Jepang pada tanggal 30 April 2019. Gelar Kekaisaran Jepang ini diwariskan kepada anaknya yakni Putra Mahkota Naruhito yang menjadi Kaisar pada tanggal 1 Mei 2019. Kaisar Naruhito sendiri merupakan anak sulung dari Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko. Anak-anak Kaisar Akihito sendiri selain Kaisar Naruhito yang dengan gelar sebelumnya Hiro No Miya atau Pangeran Hiro yang baru saja menjadi Kaisar Jepang, yakni Fuhimito dengan gelar Akishino No Miya atau Pangeran Akishino dan Sayako dengan gelar Nori No Miya atau Puteri Nori.

Kaisar Akihito dilahirkan pada tanggal 23 Desember tahun 1933 di kota Tokyo. Kaisar Akihito ini dilahirkan di era Heisei atau era perdamaian. Beliau diberi nama Tsugunomija Akihito dan merupakan anak tertua dari Kaisar Hirohito dan Permaisuri Nagako. Diketahui, Kaisar Akihito merupakan keturunan langsung dari Kaisar Jimmu yang ke 125 yang merupakan Kaisar pertama Kekaisaran Jepang.

Continue reading “Kaisar Akihito Dan Gobi Dari Minahasa”

Belajar Bahasa Sunda

Belajar bahasa Sunda adalah hal yang paling kamu butuh kan gaes ketika kamu ada di daerah Jawa Barat dan kamu bukan asal daerah tersebut. Mengapa? Karena kebanyakan di daerah Jawa Barat bahasa sehari-hari yang dipakai disana adalah bahasa Sunda gaes. Yah memang bahasa Indonesia gaul dan formal memang dipakai juga sih di daerah Jawa Barat, tapi tetap saja gaes mayoritas kalimat yang muncul nantinya berbahasa Sunda alias percakapan sehari-hari berbahasa lokal….hehee

Kalau kamu orang dari luar pulau Jawa dan baru saja menginjakkan kaki di tanah Sunda, mungkin kamu akan sedikit kebingungan dengan percakapan sehari-hari di daerah tersebut. Oh iya, berbicara mengenai daerah yang berbahasa Sunda, bagi kamu-kamu yang belum tahu nih saya beri tahu yah. Jadi gini sob, daerah-daerah yang menggunakan bahasa Sunda itu yakni Bandung dan sekitarnya, Subang, Sumedang, Pagaden, Majalengka, Indramayu, Cirebon, Bogor, Banten, dan lain sebagainya.

Oh iya gaes, sebelum kita belajar bahasa Sunda, saya mau berbagi informasi seputaran Sunda yah. Jadi gini gaes, tau gak sih, Sunda itu merupakan suku kedua terbesar di Indonesia loh. Penyebarannya bermula dari pulau Jawa dan kemudian menyebar ke seluruh Nusantara alias perantauan gaes. Dari kesamaan budaya dan bahasa, etnis Sunda dan Jawa di masa lalu memiliki pertalian yang sangat erat.

Continue reading “Belajar Bahasa Sunda”

Kai’santi, Pesona Alam Tomohon Rasa Ubud

Pernah jalan-jalan ke Ubud di Bali belum gaess? Mungkin sebagian dari pembaca sudah pernah yah. Secara memang pesona alam pedesaan pulau Bali menyimpan berjuta kenangan…..eh salah,,,,,maksudnya sejuta keindahan gaess.…hehee.
Nah, kamu, kamu, dan kamu para traveler dan backpacker sudah pernah ke jalan-jalan ke Sulawesi Utara belum? Bagi agan-agan yang belum pernah berkunjung, saya bagi-bagi info alias sharing yah seputaran pesona wisata di Sulawesi Utara. Kita kali ini tidak akan membahas pulau Bali gaess, tapi suatu tempat Sulawesi Utara yang suasana alamnya agak mirip dengan suatu tempat yang ada di Bali gaess.

Sudah pada tahu kan ibukota Sulawesi Utara? Manado, yang memiliki julukan kota Nyiur Melambai ini secara umum terkenal pesona alam bawah lautnya. Namun kali ini kita juga tidak akan bahas pesona alam bawah laut gaess, melainkan suasana dan keindahan alam pedesaan di sekitar kota Manado alias di luar kota Manado.

Kurang lebih 1 jam dari kota Manado, melewati jalan yang terus menanjak, kita beranjak ke kota Tomohon gaess. Kota Tomohon ini berada di dataran tinggi sehingga suasananya cukup sejuk. Selain suasana yang cukup sejuk, di kota ini pemandangan alamnya cukup asri loh. Kota ini secara kasat mata diapit oleh beberapa gunung yakni gunung Mahawu, gunung Lokon, gunung Empung, dan gunung Tampusu.

Continue reading “Kai’santi, Pesona Alam Tomohon Rasa Ubud”

Rumah Kopi…. Alternatif Wisata Kuliner di Manado

Rumah kopi di kota Manado, kebayang gak sih gaess dengan kata-kata sakti ini ketika kamu berkunjung ke kota Manado? Kemungkinan besar sih gak kebayang, makanya saya mau nulis nih gaess sekilas tentang rumah-rumah kopi yang berada di kota Nyiur Melambai ini. Ada apa sih di rumah kopi? Ada kopi dong,,,,hahaha,,,,gak gitu juga sih gaess, makanya wajib dibaca sampai habis yah, apa lagi buat kamu para traveler, backpacker, ataupun yang terdampar di sudut utara pulau Sulawesi ini 

Kalau kamu berkunjung ke kota Manado, kurang lengkap rasanya kalau kamu tidak mampir ke rumah kopi yang banyak terdapat di kota Manado. Rumah kopi yang ada di Manado sebenarnya sama saja sih dengan rumah kopi yang ada di tempat lain gaess, yakni tempat ngopi alias tempat nongkrong sambil ngobrol-ngobrol atau santai dengan teman-teman, kolega, maupun keluarga.

Eiitss,,,,tunggu dulu gaess,,,kalau sama dengan tempat lain ngapain kita bahas, iya kan? Haha. Gini gaess, tiap rumah kopi di berbagai pelosok bumi ini pasti punya menu pendamping buat ngopinya dong. Nah, sama halnya dengan rumah kopi yang ada di kota Manado ini gaess, pastinya terdapat menu-menu pendamping minum kopinya yang beda dengan rumah kopi yang ada di daerah lain, iya gak sih? Iya dong.

Continue reading “Rumah Kopi…. Alternatif Wisata Kuliner di Manado”

Melihat Keindahan Kota Manado Dari Puncak

Keindahan kota Manado apabila disaksikan dari area perbukitan sangat memanjakan mata. Bagaimana tidak, keindahan kota ini dipercantik oleh birunya laut yang berbatasan dengan kota Manado. Selain itu, kelihatan pulau Manado Tua, Bunaken, Siladen, dan lainnya yang juga turut menghiasi keindahaan kota ini apabila dipandang dari tempat yang cukup tinggi. Memang kota Manado letaknya berbatasan dengan laut. Oleh karenanya, kota ini dijuluki kota nyiur melambai.

Manado sebagai kota nyiur melambai sudah cukup dikenal keindahan alam bawah lautnya. Banyak turis datang ke kota Manado hanya untuk menyaksikan keindahan endemik-endemik dan ekosistem bawah laut Bunaken. Memang Taman Nasional Bunaken sudah menjadi kebanggaan provinsi Sulawesi Utara ini sejak dulu kala. Namun disisi lain, siapa sangka keindahan kota Manado dan alam sekitarnya dari puncak perbukitan kini sedang naik daun dan diincar oleh para wisatawan.

Masa sekarang ini banyak turis baik lokal maupun mancanegara yang berdatangan untuk menikmati suasana kota Manado sambil memandang keindahaannya dari puncak perbukitan. Nampaknya kebutuhan akan tempat pariwisata di kota Manado ini sedang dikembangkan beberapa tahun terakhir ini, terutama daerah pariwisata yang berada di dataran tinggi. Memang keindahan alam yang dinikmati dari daerah yang datarannya lebih tinggi dari dataran di sekitarnya memiliki keistimewaannya.

Continue reading “Melihat Keindahan Kota Manado Dari Puncak”