Jalan-jalan Ke Kota Medan

Siapa sih yang tidak pernah mendengar nama kota Medan? Kota ini namanya begitu kental di telinga masyarakat Indonesia karena Medan merupakan salah satu kota besar di Indonesia (Selain kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung). Diketahui kota Medan merupakan kota terbesar di luar pulau Jawa.

Kota Medan memiliki luas 3,6% dari keseluruhan wilayah provinsi Sumatera Utara yakni sekitar 26.510 hektar. Kota ini diketahui berbatasan dengan Selat Malaka di bagian Utara dan kabupaten Deli Serdang di bagian Timur, Barat, dan Selatan. Iklim di kota ini yaitu iklim hujan tropis dan suhu rata-rata sekitar 27 derajat celsius sepanjang tahun.

Medan sendiri telah menjadi ibukota Sumatera Utara sejak masa yang lampau. Selain itu, diketahui kota ini sudah ada sejak tahun 1590, dan pada tahun 1632 kota ini menjadi pusat pemerintahan sebuah kesultanan Melayu yakni kesultanan Deli. Pada era pemerintahan Belanda, kota yang telah berkembang ini diberikan status sebagai pusat pemerintahan Karesidenan Sumatera Timur oleh pemerintah Hindia Belanda, yakni pada tanggal 1 April 1909.

Sebagai kota besar yang sudah berdiri dari zaman lampau, kota ini sudah pasti didiami oleh berbagai macam penduduk yang majemuk dengan latar belakang budaya yang berbeda. Penghuni awal di daerah Medan ini yaitu Melayu dan Batak Karo, kemudian daerah ini mulai didatangi oleh berbagai macam penduduk dari Batak Mandailing, Batak Toba, Minangkabau, Aceh, Jawa, Tionghoa, maupun India.

Karena penduduk yang majemuk, bahasa yang ada di kota Medan pun terbentuk dari berbagai macam dialek bahasa sehingga membentuk bahasa Melayu Medan atau bahasa Medan. Bahkan nama kota Medan sendiri berasal dari bahasa Tamil yakni Maidhan atau Maidhanam artinya tanah lapang atau tempat yang luas. Kata Maidhan atau Maidhanam ini kemudian diserap ke dalam bahasa Melayu yang terbentuk di kota tersebut.

Bahasa Medan sebagian besar berbahasa Indonesia dan menyerap sedikit bahasa Melayu, Batak, dan lainnya, namun terdapat dialek atau logat khas ala Medan itu sendiri. Bagi beberapa orang, mungkin dialek bahasa Medan ini terdengar agak kasar atau bahkan aneh, karena mungkin belum terbiasa mendengarnya. Sebagai contoh, kata ‘Kereta’ di kota Medan artinya ‘Sepeda motor’. Selain bahasa Medan, di kota ini juga terkenal dengan bahasa Hokkien dari etnis Tionghoa. Diketahui bahasa Hokkien di kota ini agak berbeda dengan bahasa Hokkien di tempat lainnya.

Kota Medan memiliki banyak tempat bersejarah seperti bangunan-bangunan tua dengan gaya khas Melayu maupun arsitektur bergaya Eropa misalnya Istana Maimun, kantor balai kota lama, gedung PT London Sumatra, gereja bunda Maria Annai Velangkanni, masjid raya Al Mashun, rumah Tjong A Fie, dan masih banyak lagi. Bangunan-bangunan tua ini menjadi pesona pariwisata di kota ini.

Selain itu terdapat banyak sekali tempat-tempat wisata yang menyajikan hiburan maupun pemandangan alam yang menarik, yang berada di kota Medan maupun tidak jauh dari ibukota Sumatera Utara ini. Apabila kita berkunjung atau jalan-jalan di sekitar kota Medan, mungkin beberapa tempat di bawah ini bisa kamu kunjungi:
• Merdeka Walk
• Menara air Tirtanadi
• Bukit Lawang
• Air terjun Sipiso-piso Tongging
• Air terjun dua warna Sibolangit
• Hillpark Sibolangit
• Taman Mora Indah
• Taman Sri Deli
• The Le Hu Gaden
• Taman alam Lumbini
• Danau Lau Kawar
• Danau Siombak
• Penangkaran buaya Asam Kumbang
• Pantai cermin
• Pantai pondok permai
• Pantai Gudang Garam
• Kampung ladang outbond
• Arung Jeram sungai Bingei
• Kawah putih Dolak Tinggi Raja
• Wisata Tangkahan

Setelah membaca penjelasan di atas, bagaimana pendapat kamu tentang kota Medan? Pastinya kota ini sangat menarik yah. Bagi kamu yang belum pernah menginjakkan kaki di ibukota Sumatera Utara ini, tunggu apa lagi? Ayo persiapkan dirimu dan segeralah ukir kenanganmu di kota Medan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *