Perjalanan Suku Babontehu Sampai Ke Manado

center
Pulau Manado Tua

Babontehu awalnya diketahui sebagai nama pulau yang berhadapan dengan daerah Minahasa, Sulawesi Utara. Nama pulau tersebut di era sekarang ini lebih dikenal dengan nama pulau Manado Tua. Peletakan kata ‘Tua’ pada nama pulau Manado ini karena dulunya daerah Manado berada di pulau ini (Sebelum akhirnya nama Manado berpindah pada tempat yang sekarang).

Nama Babontehu muncul dalam beberapa literatur Belanda di zaman kolonial dahulu. Di beberapa dokumen, namanya disebut sebagai Bobantohe. Selain sebuah nama pulau, nama Babontehu akhirnya dilekatkan pada sebuah etnis atau suku yang akhirnya menempati pulau ini. Suku ini memiliki sebuah kisah perjalanan yang panjang dengan pulau tersebut.

Continue readingPerjalanan Suku Babontehu Sampai Ke Manado

Asal Mula Hari Pengucapan Syukur di Minahasa

Hari pengucapan syukur atau biasa disingkat pengucapan merupakan tradisi masyarakat Minahasa pada umumnya. Hari raya ini sudah melekat pada masyarakat Minahasa sejak zaman dahulu kala. Tidak ada yang tahu pasti sejak kapan tradisi dimulai namun masyarakat Minahasa sudah melakukan tradisi ini turun temurun dari leluhur mereka sehingga pada hari-hari sekarang ini tradisi hari pengucapan syukur ini sudah menjadi bagian dari budaya Minahasa.

Pengucapan syukur dulunya merupakan hari sesudah panen besar yang dilakukan oleh etnis-etnis di Minahasa. Masa sesudah panen ini biasanya dirayakan oleh masyarakat adat dengan berbagi hasil panen kepada keluarga atau kerabat terdekat maupun pesta rakyat (Biasanya antar keluarga) dengan menikmati hasil panen tersebut. Pengucapan syukur ini merupakan ungkapan atau bentuk rasa syukur masyarakat terhadap Empun atau Empung atau i-Opo (Tuhan) terhadap hasil panen.

Pengucapan syukur ini dulunya dirayakan antar keluarga atau kerabat. Biasanya setelah masa panen berakhir, etnis-etnis ini merayakannya dengan mengolah hasil panen dari sawah atau kebun seperti padi maupun sayur-mayur. Adapun ternak disembelih dan diolah untuk dinikmati bersama di hari sesudah panen besar ini. Inilah asal mula hari pengucapan syukur di Minahasa. Karena masa menanam etnis-etnis ini berbeda-beda, sehingga masa panennya pun berbeda. Inilah sebab mengapa hari pengucapan syukur di tempat yang satu berbeda dengan tempat yang lain.

Continue readingAsal Mula Hari Pengucapan Syukur di Minahasa

Belajar Bahasa Melayu Manado

Belajar bahasa Melayu Manado sebenarnya lumayan mudah untuk dipelajari loh gaess. Bahasa ini hampir mirip dengan bahasa-bahasa Melayu yang ada di deretan pulau-pulau di Indonesia Timur. Bahasa Melayu sendiri sebenarnya merupakan bahasa yang sudah lama berada di sekitar kepulauan Nusantara. Bahasa ini dipelajari oleh orang-orang asing (Terutama penjajah) dan disebarkan ke tempat-tempat yang berbeda dengan tujuan mempersatukan bahasa – Yang tujuan sebenarnya adalah agar kepulauan Nusantara mudah untuk dikuasai.

Bahasa Melayu yang dikenalkan ke daerah-daerah pedalaman ini berasimilasi dengan bahasa setempat sehingga melahirkan bahasa Melayu dalam dialek setempat. Bahasa Melayu yang diajarkan di daerah Manado dan sekitarnya berbaur dengan bahasa dan dialek masyarakat adat yang bermukim disekitar sehingga melahirkan bahasa Melayu yang baru. Diketahui, terdapat beberapa etnis yang berdiam di sekitar wilayah Manado atau Sulawesi Utara pada umumnya seperti Tounsea, Toubulu, Toubantik, Toulour, Toupakewa, Toundanouw, Bentenang (Pasan dan Ratahan), Ponosakan, Kedatuan Bolaang Mongondow, dan Nusa Utara (Kedatuan Sangihe dan Talaud).

Selain bahasa dan dialek masyarakat asli ini, bahasa Melayu ini juga banyak bercampur dengan bahasa-bahasa asing seperti Spanyol, Portugis, Belanda, dan Cina. Hal ini dikarenakan daerah Manado dan sekitarnya dahulu menjadi salah satu tempat menetapnya bangsa asing itu.

Continue readingBelajar Bahasa Melayu Manado