Beralihnya Suku Bantik Dari Aliran Kepercayaan Ke Agama Kristen

Suku Bantik merupakan salah satu suku yang berada di tanah Minahasa, provinsi Sulawesi Utara. Suku Bantik sendiri menjadi salah satu suku yang sejak dahulu kala sudah menempati sebagian besar daerah di kota Manado dan 2 daerah di perbatasan Minahasa dan Bolaang Mongondow. Saat ini masyarakat Bantik banyak memeluk agama Kristen dan Islam.

Suku Bantik yang berada di kota Manado mayoritas memeluk agama Kristen. Agama Kristen sendiri mulanya dibawa oleh orang-orang Eropa ketika mereka berhasil menjangkau ujung utara pulau Sulawesi. Mereka adalah bangsa Spanyol, Portugis, dan Belanda. Penyebaran agama Kristen di Minahasa memang awalnya dibawa oleh bangsa Spanyol dan Portugis, namun pada akhirnya Spanyol dan Portugis benar-benar terusir dari tanah Minahasa. Penyebaran agama Kristen ini akhirnya dilanjutkan oleh misionaris-misionaris dari negeri Belanda (Ketika Belanda mulai berkuasa di Minahasa) di kemudian hari.

Penyebaran agama Kristen di tanah Minahasa tidak dapat dikatakan berjalan dengan mudah pada awalnya. Selalu saja ada penolakan dari masyarakat setempat karena masyarakat setempat memandangnya sebagai budaya asing, terutama dalam hal ketuhanan. Oleh sebab itu pemerintah Belanda awalnya lebih berfokus membangun peradaban di tanah Minahasa. Sambil membangun peradaban, Injil pun terus diberitakan. Ketika banyak dari suku di Minahasa mulai menerima peradaban, disinilah agama Kristen mulai diterima oleh masyarakat setempat.

Continue reading “Beralihnya Suku Bantik Dari Aliran Kepercayaan Ke Agama Kristen”

Pengukuhan Front Generasi Muda Bantik

Pengukuhan Front Generasi Muda Bantik

Hari ini tanggal 8 Maret 2019 dilaksanakan pengukuhan pengurus Front Generasi Muda Bantik (FGMB) baik pusat maupun per Banua. Diketahui, Front Generasi Muda Bantik ini terdiri dari 11 Banua atau 11 kampung, sesuai dengan jumlah kampung tempat menyebarnya suku Bantik sekarang ini. Acara ini diselenggarakan di Graha Gubernur Bumi Beringin dan akan berlangsung mulai pukul 10.00 Wita – Selesai.

Dalam susunan kepengurusan Front Generasi Muda Bantik, terbentuk beberapa departemen untuk menunjang dan menyelenggarakan tujuan organisasi. Departemen-departemen ini terdiri dari beberapa bidang seperti bidang politik dan organisasi, hukum dan HAM, seni dan budaya, pertahanan dan keamanan, komunikasi dan informasi, kerohanian, hubungan kerja sama, kesejahteraan sosial dan ekonomi, pemberdayaan perempuan, pendidikan dan olahraga, dan lingkungan hidup.

Diketahui, susunan kepengurusan Front Generasi Muda Bantik ini diketuai oleh Chris Rumansi, SP. Msi sebagai ketua umum dan dibantu oleh Rizki Karungu sebagai ketua harian. Diketahui, total pengurus pusat pada organisasi ini berjumlah 85 orang.

Continue reading “Pengukuhan Front Generasi Muda Bantik”

Belajar Bahasa Bantik

Belajar bahasa Bantik adalah hal yang sangat diperlukan oleh generasi muda, khususnya suku Bantik sendiri. Bagaimana tidak, bahasa ini merupakan salah satu dari bahasa suku di dunia yang sudah terancam punah. Sebagian besar bahasa Bantik tidak dikuasai oleh para generasi muda masa kini, bahkan banyak generasi muda suku Bantik yang sudah tidak bisa berbahasa Bantik. Hal ini sangat disayangkan karena bahasa Bantik adalah salah satu dari warisan budaya non-bendawi yang ditinggalkan oleh para leluhur suku Bantik sendiri kepada generasi yang berikutnya, termasuk anak-anak suku Bantik sekarang ini.

Suku Bantik sendiri tergolong ke dalam rumpun Proto Melayu. Dalam penyebarannya, suku Bantik sendiri adalah salah satu suku yang mendiami daerah pantai di Sulawesi Utara. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, mulanya suku Bantik datang dari kepulauan di daerah utara pantai kota Manado. Suku ini sendiri menjadi salah satu bagian dari 9 etnis Minahasa bersama dengan etnis Toulour, Tonsea, Tontemboan, Tombulu, Tonsawang, Pasan, Ratahan, dan Ponosakan. Sebagian peneliti atau sejahrawan zaman dahulu (Terutama bangsa Belanda) membedakan suku Bantik dari beberapa suku Minahasa lainnya, terutama bahasanya yang bagi mereka dianggap berbeda. Namun seiring perkembangan zaman, sekarang telah banyak peneliti-peneliti asing yang mulai meneliti tentang bahasa-bahasa yang terancam punah di Indonesia — salah satunya bahasa Bantik — dan mengklaim bahwa sebenarnya bahasa-bahasa yang ada di Sulawesi Utara saling berhubungan atau dapat ditemukan persamaannya.

Bahasa Bantik sendiri apabila dipelajari lebih jauh sebenarnya mirip dengan beberapa bahasa yang dipakai oleh suku-suku Minahasa lainnya. Kemiripan ini dapat ditemukan sebagai kata yang bunyinya sama persis atau kata yang bunyinya hampir sama karena pengaruh dialek, sebagai contoh:
• Kata ‘Kuman’ yang berarti ‘Makan’, pada bahasa Bantik dan beberapa bahasa etnis Minahasa lainnya sama persis.
• Kata ‘Bahaney’ yang berarti ‘Berani’ atau menunjukkan sifat keperkasaan pria, pada bahasa Bantik berbeda bunyi dengan beberapa bahasa etnis Minahasa lainnya menjadi ‘Waraney’, namun masih bisa ditemui persamaan bunyinya.
• Kata ‘Kantang’ yang berarti ‘Gunung’, pada bahasa Bantik berbeda bunyi dengan beberapa etnis Minahasa lainnya menjadi ‘Kuntung’ dan ‘Kəntur’, namun masih bisa ditemui persamaan bunyinya.

Continue reading “Belajar Bahasa Bantik”

Adat Lama Leluhur Suku Bantik

Suku Bantik merupakan salah satu suku di Indonesia yang mendiami tanah Minahasa di Sulawesi Utara. Suku ini termasuk rumpun Austronesia-Proto Malayo-Minahasa dimana penyebarannya sekarang ini mendiami daerah pesisir pantai di Sulawesi Utara. Sebagian sejarahwan asal Minahasa mengklaim bahwa bahasa Bantik berbeda dengan bahasa suku lainnya di Minahasa, namun sebenarnya semua suku di Minahasa menuturkan turunan bahasa Austronesia sehingga tata bahasa banyak yang ditemukan sama atau berubah sedikit karena dialek, sebagai contoh kata kuman yang berarti makan ditemukan sama dengan bahasa-bahasa lain di Minahasa atau kata batu yang ditemukan berubah bunyi menjadi watu pada beberapa suku di Minahasa. Lepas dari semua ini, asal usul semua suku di Minahasa adalah satu leluhur yaitu Toar dan Lumimuut (Dalam bahasa Bantik Toada bo Lrumimuutu) berdasarkan cerita turun-temurun.
Continue reading “Adat Lama Leluhur Suku Bantik”