Petunjuk-petunjuk Tentang Cerita KKN Di Desa Penari

Lokasi KKN desa penari sampai saat ini masih terus dibicarakan sejak viralnya bulan lalu. Masih banyak para netizen yang kepo dengan lokasi desa tersebut gaes rupanya. Memang sih cerita tentang desa penari ini sangat menarik karena alur ceritanya yang mengundang kontroversi. KKN desa penari ini pertama kali ditulis di twitter oleh akun ‘SimpleMan’ dan menjadi viral karena ceritanya yang cukup seram. Yang menarik disini adalah cerita ini katanya berdasarkan kisah nyata loh gaes, yang pastinya kamu sudah pada tahu kan.

Berikut kita akan berbicara sedikit mengenai desa penari ini gaes, namun saya tidak akan membahas lebih jauh tentang tokoh-tokoh terkait dalam cerita agar tidak menyinggung siapa pun gaes. Yang akan dibicarakan lebih jauh adalah mengenai pentunjuk tentang desa penari ini gaes karena sampai saat ini dimana letak lokasinya masih terus ramai dibicarakan oleh para netizen +62. Memang sih karena ceritanya yang menegangkan, lokasi desanya jadi mengundang rasa kepo yang berdiam di pikiran…hehee.

Dalam cerita yang disampaikan oleh pemilik akun Simple Man, terdapat 6 orang mahasiswa yang melakukan KKN di suatu desa yang terpencil di tengah hutan. Para mahasiswa ini diberi nama sebagai Anton, Wahyu, Bima, Widya, Nur, dan Ayu. Sepanjang kegiatan KKN tersebut, ternyata desa ini menyimpan banyak misteri dan keganjilan yang disembunyikan oleh warga desa.

Penulis cerita KKN Desa Penari tidak memberikan detail lokasi desa tersebut. Nama-nama daerah yang terkait dalam cerita hanya diberi inisial sehingga lokasi desa ini membuat banyak orang bertanya-tanya letaknya dimana. Banyak orang mengira-ngira atau mulai menebak lokasi desa dengan mengandalkan petunjuk-petunjuk yang ada dalam cerita. Dalam cerita tersebut, terdapat nama-nama daerah seperti kota S, J, dan B, kemudian hutan D dan desa W.

Banyak para netizen yang budiman terus menyimak sambil menebak-nebak lokasi desa tersebut gaess. Ada yang menebak desa tersebut berada di Jawa Timur dengan pertimbangan bahan percakapan dalam cerita, namun tidak sedikit juga yang menebak daerah tersebut berada di Jawa Tengah dengan pertimbangan cerita tersebut dikaburkan oleh penulis. Desa apa saja sih yang ditebak-tebak oleh netizen?

Berikut desa-desa hasil tebakannya:
• Daerah Blora, Jawa Tengah. Entah di desa mana gaes, yang jelas katanya Blora. Katanya sih karena dekat dengan Ngawi,,,,hmmmm….iya deh.
• Daerah Bojonegoro, Jawa Timur. Secara awalannya B dan katanya kalau dihitung perjalanan dari kota S (Yang diartikan sebagai Semarang), waktu tempuh sekitar 4 jam.
• Desa Widuri, Kalibagor, kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Saya beneran bingung kalau tempat yang satu ini gaes.
• Desa Wonoboyo, kecamatan Klabang, kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Iya gak sih? Maybe yes maybe no.
• Wongsokerto, desa Kalibaruwetan, kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur. Tempat ini paling unik gaes, secara tempat ini dicari-cari para Youtuber namun tidak ditemukan. Jangankan orang luar, orang sekitar daerah disebutkan saja tidak tahu nama desa ini. Penduduk sekitar tahunya tempat mereka namanya Wonorejo. Ada-ada saja yah gaes…hehee
• Dusun Wonorejo, desa Kalibaruwetan, kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur. Tempat ini menjadi salah satu tempat yang diduga kuat sebagai desa penari oleh para netizen loh gaes.
• Dusun Dukuh (Kadang juga disebut hutan Dukuh), desa Kemiren, kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Tengah. Banyak netizen juga sangat yakin dengan tempat ini loh gaes. Waktu tahun 2009 katanya sih desa ini bernama Watu Ulo…hmm…oke

Demikian tebak-tebakan dari para netizen. Mengenai benar tidaknya nama-nama daerah diatas, saya pikir harus dilihat clue alias petunjuk yang sebenarnya ada di cerita KKN desa penari ini gaes. Cerita tentang desa penari ini ditulis oleh pemilik akun Twitter yang bernama Simple Man dalam dua versi, yakni versi Widya dan versi Nur.

Berikut saya rangkum clue atau petunjuk apa saja yang ada dalam cerita:
• Percakapan dilakukan dengan bahasa Jawa khas Jawa Timur, kemungkinan besar daerah tersebut memang berada di Jawa Timur.
• Dari kota S berangkat ke daerah B. Perjalanan kurang lebih 4 sampai 5 jam dan melewati hutan D yang nantinya berhenti di jalur masuk ke desa W.
• Jalan masuk ke desa dari arah jalan besar melewati jalan setapak, tidak rata, dan pepohonan yang rimbun. Jalan masuk ini hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki atau kendaraan roda dua.
• Nur melihat wanita menari diatas batu di jalan menuju desa. Artinya di jalan ini terdapat batu yang cukup besar – yang dapat memuat orang diatasnya.
• Dari arah jalan raya menuju desa kurang lebih 30 menit.
• Terdapat gapura kayu di depan desa W.
• Desa ini sebelumnya belum pernah dipakai KKN.
• Terdapat batu yang ditutupi kain merah dimana dibawahnya terdapat sesajen.
• Wahyu tinggal di Posyandu (Cerita versi Nur) atau bekas Posyandu (Cerita versi Widya), yang jelas hal ini menegaskan di desa ini ada Posyandu atau bangunan bekas Posyandu. Dalam cerita versi Widya, tempat ini beralaskan tanah namun terdapat ranjang yang beralaskan tikar.
• Di sekitar desa ini ada desa lain yang dinamakan desa broto (Halus). Desa ini diartikan sebagai alam lain, artinya suasana mistis kental di daerah ini.
• Di sekitar desa ini tidak ada desa lainnya (Desa sungguhan).
• Di desa ini (Atau mungkin sekitarnya) terdapat sebuah sungai. Akses air untuk masyarakat setempat hanya dari sungai.
• Menurut Anton, Bima dan Ayu sedang menggarap proker di kebun ubi pada saat Anton menunjukkan sesajen di bawah tempat tidur Bima kepada Nur. Hal ini menegaskan di sekitar desa ada perkebunan ubi.
• Terdapat 2 sinden kembar (Tempat mandi zaman dahulu, dalam cerita disebutkan sebagai tempat penari mandi). Yang satu dekat sungai, yang satu di tempat yang tidak boleh didatangi sembarang orang (Mungkin tidak dekat dengan perumahan masyarakat).
• Tapak tilas merupakan akses ke hutan belantara. Tempatnya berada di lereng bukit dengan satu jalan setapak. Disampingnya ada perkebunan ubi. Di tempat ini ada gapura kecil yang diikat dengan kain merah dan hitam.
• Jalan setapak tadi hanya bisa dilewati satu orang. Di ujung jalan ada undakan batu yang tersusun.
• Nur turun di jalan setapak tadi (Artinya tapak tilas berada di dataran yang lebih tinggi) dan menemukan bangunan seperti balai desa yang atapnya bergaya khas Jawa. Sisi ujung bangunan banyak terdapat gamelan tua.
• Terdapat sebuah gubuk di belakang balai desa tersebut.
• Terdapat pemakaman desa dimana setiap nisan ditutup dengan kain hitam di sekitar desa ini. Pemakaman desa ini dikelilingi oleh pohon beringin besar dan di setiap pohon beringin ada batu besar disampingnya (Saat itu diberi sesajen). Dari percakapan Pak Prabu dan Nur, nisan ini merupakan kuburan korban penunggu hutan.
• Di akhir cerita, Pak Prabu mengatakan bahwa anak-anak di desa tersebut tidak tinggal disana karena memang tidak baik untuk anak-anak ‘setengah matang’. Hal ini menjelaskan desa ini dihuni oleh orang-orang dewasa.

Nah, kira-kira di desa-desa hasil tebakan para netizen memuat petunjuk-petunjuk demikian tidak ya? Namun sebelum mempercayai petunjuk-petunjuk hasil cerita diatas, kita harus kembali dipaksa berpikir karena pemilik akun Simple Man sebelumnya telah menyatakan bahwa cerita tentang desa penari ini terdapat bagian-bagian yang dilebih-lebihkan untuk melindungi pihak-pihak terkait. Kalau menurut saya sih agar menarik untuk dibaca gaes.

By the way anyway busway, beberapa saat yang lalu pemilik akun Simple Man telah mengklarifikasi beberapa poin di Youtube Raditya Dika seputar cerita ini. Sebenarnya niatnya mau interview, namun pemilik akun Simple Man tidak dapat menunjukkan dirinya dengan pertimbangan menjaga klarifikasi pihak-pihak terkait dalam cerita. Hal ini sah-sah saja yah gaes. Oleh karenanya, percakapan antara Raditya Dika dan Simple Man dilakukan via Voice Note.

Berikut penjelasan atau klarifikasi Simple Man
• Cerita ini ditulis menurut tuturan narasumber yang menjadi bagian dari anggota KKN di desa terkait beberapa tahun yang lalu.
• Cerita ini tidak ditulis 100% sama dengan yang diceritakan oleh narasumber. Pihak-pihak yang terlibat baik nama, universitas, maupun daerah disamarkan untuk menjaga privasi pihak terkait. Beberapa poin penting dirubah ceritanya.
• Jumlah peserta KKN sebenarnya bukan 6 orang, namun ada 14 orang dan ditambah dengan dosen pengawas.
• Kejadian tentang Widya dan Wahyu yang pergi ke kota dan ketika pulang motornya mogok, sebenarnya yang pergi itu teman-teman narasumber dan keduanya laki-laki. Namun di bagian ini, ceritanya benar-benar terjadi kecuali rekayasa tokoh-tokohnya.
• Diantara salah satu tebak-tebakan dari netizen tentang lokasi desa penari, salah satunya ada yang benar.

Nah, bagaimana menurut kamu gaes? Sampai saat ini belum ada yang bisa memastikan dimana lokasi desa penari tersebut. Namun poin-poin diatas atau petunjuk dalam cerita, ditambah lagi pernyataan pemilik akun Simple Man bahwa ada salah satu tebakan netizen yang benar bisa menambah keyakinan kamu dimana desa tersebut sebenarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *