Belajar Bahasa Kutai

Belajar bahasa Kutai adalah hal kebanyakan orang berpikir ketika berada di Kalimantan Timur (yang baru saja di tetapkan sebagai ibukota negara Republik Indonesia), khususnya di daerah atau wilayah suku Kutai. Suku Kutai sendiri merupakan salah satu suku yang cukup besar yang mendiami daerah Kalimantan Timur. Suku ini sebenarnya berdasarkan sejarah asal muasalnya tergolong atau dapat digolongkan sebagai suku Dayak. Namun suku Kutai sendiri memiliki sistem kerajaan (Tidak seperti kebanyakan dari suku Dayak di Kalimantan Timur) sehingga adat istiadatnya menjadi sedikit berbeda.

Kerajaan Kutai sampai saat ini masih disebut sebagai kerajaan tertua di Indonesia yang sudah berdiri sejak abad ke 4. Dulunya kerajaan Kutai dipengaruhi oleh budaya Hindu sehingga kerajaan ini disebut sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Di era berikutnya, penyebaran agama Islam sangat besar di daerah Kalimantan Timur, dan kerajaan Kutai pada akhirnya (Sampai saat ini) menjadi kesultanan Kutai Kertanegara. Seluruh anggota kesultanan Kutai memeluk agama Islam. Kebanyakan orang Kalimantan menyebut suku asli Kalimantan yang memeluk agama Islam sebagai orang Melayu. Hal ini yang mungkin mulai membedakan antara Kutai dan Dayak.

Wilayah kekuasaan kerajaan Kutai sendiri sebenarnya mengalami 3 fase yakni kerajaan Kutai Martadipura, kerajaan Kutai Kertanegara, dan kesultanan Kutai Kertanegara. Kerajaan Kutai Martadipura mengalami peperangan dengan kerajaan Kutai Kertanegara dan dimenangkan oleh kerajaan Kutai Kertanegara. Kemudian periode kedepannya kerajaan Kutai Kertanegara memeluk agama Islam dan menjadi kesultanan Kutai Kertanegara.

Continue reading “Belajar Bahasa Kutai”

Pembagian Wilayah Samarinda

Kota Samarinda sebagai ibukota provinsi Kalimantan Timur merupakan kota dengan penduduk yang beragam, mulai dari budaya maupun penduduk yang bermukim di sekitar wilayah Samarinda. Kekayaan budaya yang ada di kota Samarinda memang terjadi karena sejarah yang cukup panjang pernah terjadi di era lampau. Memang di era jauh sebelum kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, pulau Kalimantan bagian timur ini, khususnya daerah Samarinda (Di masa sebelumnya) merupakan daerah atau wilayah kekuasaan Kerajaan Kutai Kertanegara Ing Martadipura.

Kota Samarinda dalam perkembangannya menjadi kotamadya ini tergolong unik karena wilayah kota ini dipisahkan oleh sungai besar yang membagi dua daratan yakni Samarinda dan Samarinda seberang. Sungai besar ini adalah sungai Mahakam. Untuk sampai dari pusat kota ke Samarinda seberang, masyarakat harus menyeberangi sungai dengan media jembatan Mahakam (Jembatan Mahkota 1) sepanjang 400 meter. Selain jembatan Mahakam, ada juga jembatan Mahkota 2 yang menjadi media penyeberangan dari sisi satu ke sisi yang lain.

Ibukota provinsi Kalimantan Timur ini memiliki luas wilayah 717 kilometer persegi. Berdasarkan posisi geografis, kota Samarinda terletak pada koordinat 0°21’81” – 1°09’16” LS dan 116°15’16” – 117°24’16” BT. Iklim yang ada di kota ini merupakan iklim topis basah dengan suhu rata-rata 20°C – 34°C dan curah hujan rata-rata 1980 mm/tahun.

Continue reading “Pembagian Wilayah Samarinda”