Jalan-jalan Ke Taman Wisata Alam Batu Angus

Jalan-jalan Ke Taman Wisata Alam Batu Angus
Taman Wisata Alam Batu Angus, Bitung.

Sudah pernah ke kota Bitung belum gaes? Kalau saya sih sudah kemarin. Bagi kamu yang belum atau belum pernah dengar dimana itu kota Bitung, nih saya beri tahu yah. Jadi tuh kota Bitung merupakan salah satu kotamadya yang berada di provinsi Sulawesi Utara gaes. Kemarin merupakan pengalaman yang menarik bagi saya gaes, tahu gak kenapa? Karena saya baru pertama kalinya ke kota Bitung nih gaes,,,hehee.

Ada yang menarik hati saya dalam perjalanan kemarin, yaitu sebuah tempat wisata alam yang cukup luas dan memanjakan mata. Berikut saya share pengalaman saya bertualang di kota Bitung yah gaes. Begini ceritanya…
Hari sabtu tanggal 23 november kemarin, saya jalan-jalan ke kota Bitung. Memang ini pertama kalinya bagi saya untuk menginjakan kaki di kota tersebut. Perjalanan dimulai dari kota Manado (Tempat saya tinggal sekarang ini). Jarak tempuh antara kota Bitung dan kota Manado kurang lebih 43 Km atau kurang lebih 1 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Memang dari beberapa hari sebelumnya, saya sudah berencana untuk main ke Bitung, sekalian mengunjungi tempat-tempat keren yang ada di sana. Karena belum hafal keadaan kota dan tempat-tempat keren yang wajib dikunjungi, jadinya saya tanya Mr. Google deh. Kebetulan saya dapat informasi bahwa di tanggal 23 sampai 24 kemarin ada event seputar pariwisata di kota tersebut, yakni Bitung Nature Festival 2019 di Batu Angus (Daerah Bitung). Gak pake lama, langsung siapin itinerary dan peralatan dokmentasi donk.

Singkat cerita, hari jumat tanggal 23 pagi sekitaran pukul 9, saya langsung capcus ke kota Bitung. Saya belum terlalu hafal daerah Bitung (Namanya juga pertama kalinya), jadinya saya mengandalkan kekuatan signal GPS. Sebenarnya perjalanan dari kota Manado ke kota Bitung sangatlah mudah gaes (Asli gak ribet). Cukup mengikuti jalan raya lurus dari arah Ring Road kota Manado dan ikuti petunjuk jalan yang ada. Perjalanannya memang tidak banyak persimpangan dan petunjuk arah cukup jelas, pokoknya gampang banget deh.

Sampai di kota Bitung, saya berhenti sejenak di dekat tugu cakalang. Yah sedikit foto-foto gitu, maklum baru pertama kali,,,hehee. Setelah kebutuhan dokumentasi dan narsisme terpenuhi, saya melanjutkan perjalanan saya ke arah Batu Angus dengan dipandu GPS. Jaraknya sih dari tugu cakalang sekitar setengah jam dengan kendaraan bermotor. Sebenarnya ada 2 jalur untuk sampai ke tempat ini, yakni lewat hutan dan lewat pantai. Saya ambil jalur yang lewat pantai dengan pertimbangan lebih banyak kampung yang dilewati (Daripada lewat jalur hutan).

Melewati beberapa kampung dengan pemandangan selat yang indah, saya bertemu pertigaan. Saya cek GPS ternyata tidak ada pertigaan. Di saat-saat seperti inilah pepatah yang mengatakan ’Malu bertanya sesat di jalan’ mulai berlaku. Akhirnya saya teruskan perjalanan sampai mendapat kampung berikutnya lalu bertanya pada warga sekitar. Ternyata saya memang berada di jalur yang tepat. Lanjut deh perjalanannya.

Di ujung perjalanan, saya sampai di daerah Kawasari. Menurut Mr. Google, Taman Wisata Alam Batu Angus ada di sekitar sini gaes. Karena sedikit bingung, saya harus kembali bertanya penduduk sekitar. Kebetulan di sana saya melihat beberapa anak KKN dan bertanya kepada salah satu anak KKN tersebut. Hari yang baik, anak KKN ini tidak hanya menunjuk arah arah jalan, namun juga mengantarkan sampai ke tujuan yang tidak jauh dari daerah tersebut. Well done bro, you’re best deh.

Akhirnya saya sampai di tempat tujuan saya gaes, Taman Wisata Alam Batu Angus kota Bitung. Sebenarnya masuk ke tempat ini menurut internet dikenakan biaya gaes. Saya kurang tahu sekarang berapa biayanya, tapi pastinya ramah di kantong ya. Kebetulan karena kemarin sedang ada event Batu Angus Nature Festival 2019, jadinya saya masuk gratis gaes karena lokasi memang sedang terbuka untuk event kota Bitung ini.

Tempatnya memang luas dan sangat cocok bagi kamu para pencinta lintas alam. Lokasi event hari itu di sebuah tempat di dekat – arah bawah – sebuah bukit batu. Saya menyusuri hutan kecil tak jauh dari parkiran lalu sampai ke lokasi event kota tersebut. Pemandangannya luar biasa keren gaes, asli gak bohong. Menurut penduduk setempat, lokasinya disebut padang batu. Di tempat ini terbentang sabana yang sangat luas dengan rerumputan berwarna cokelat dan pemandangan sebuah bukit kecil berwarna hitam.

Batu Angus Nature Festival ini berlangsung 2 hari gaes. Hari sabtu di sekitar padang batu, dan besoknya di dekat pantai. Karena saya tidak menginap di Bitung pada hari itu, jadinya saya sempatkan untuk melihat daerah pantai di Taman Wisata Alam Batu Angus ini.

Jalan-jalan Ke Taman Wisata Alam Batu Angus
Pantai Batu Angus, Bitung.

Untuk melihat daerah pantai Batu Angus ini, jaraknya lumayan kalau berjalan kaki dari daerah parkiran, kecuali kita memang niat untuk lintas alam di tempat ini. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda 4 memang harus berjalan kaki untuk sampai ke pantainya, namun bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda 2 bisa masuk lebih jauh ke dalam (Perjalanan agak menurun ke bawah) dengan jalur yang sedikit,,,,,yaaa,,,hmm,,,hutan gitu deh.

Pantai di Taman Wisata Alam Batu Angus ini keren untuk bersantai dan melepas penat menurut saya, namun untuk impian berenang dengan ditemani pasir pantai gak ya. Memang pantai disini dipenuhi bebatuan karang gaes. Nah, saya baru tahu kenapa daerah ini diberi nama batu angus (Hangus), karena memang bebatuan di daerah ini berwarna hitam logam seperti hangus terbakar begitu gaes.

By the way gaes, memang untuk berenang dengan pasir pantai gak mungkin ya, tapi jangan kecewa dulu loh. Di tempat ini menjadi salah satu daerah favorit terbaru untuk snorkeling kok. Secara teluk kecil dan muara sungai dengan airnya yang sangat jernih sangat memanjakan kamu para pencinta renang. Untuk kamu yang gak bawa alat snorkel, di tempat ini ada warung-warung kecil yang menyewakan alat snorkeling dengan kisaran harga Rp. 10,000 sampai Rp. 20,000 gaes. Ramah kantong kan? Selain itu warung-warung ini sudah pasti menyediakan alat pemuas dahaga dan lapar ya,,,hehee.

Jalan-jalan Ke Taman Wisata Alam Batu Angus
Taman Wisata Alam Batu Angus, Bitung.

Selain pantai dengan bebatuan berwarna hitam logam ini, pohon-pohon besar di dekat sini juga sangat Instagrammable banget menurut saya gaes untuk kamu dan kamu pencinta foto dan selfie. Nah, gak jauh dari pantai yang saya maksud, berjalan sedikit (Kira-kira 8 menit) kamu bisa melihat jembatan apung atau jembatan biru diatas sungai yang sangat jernih. Di sini juga menjadi spot foto yang keren menurut saya gaes.

Kembali ke daerah parkiran, tidak jauh dari lokasi parkir terdapat sebuah rumah pohon. Untuk sampai ke tempat ini, kamu bisa melewati 2 jalan yaitu sabana yang cukup luas (Bisa naik motor) atau naik sedikit melewati tanjakan dengan rerumputan cokelat. Memang capek sih sampai diatas kalau berjalan kaki, tapi semua rasa itu terbayarkan dengan pemandangan yang luar biasa gaes. Dari atas sini kamu bisa menikmati pemandangan bukit padang batu, sabana cokelat yang luas dengan latar laut lepas, sungai dengan jembatan biru, dan pulau Lembeh dengan selatnya tepat berhadapan dengan rumah pohon ini. Pokoknya rumah pohon ini asik banget gaes. Pemandangan alam dikombinasikan angin sepoi-sepoi di tempat ini sangat menghipnotis saya gaes merindukan bantal. Cobain deh, serius.

Karena hari sudah mulai sore, saya akhirnya meninggalkan tempat yang luar biasa ini gaes. Buat kamu wisatawan atau mungkin penduduk lokal Sulawesi Utara yang belum pernah ke daerah ini, saya rekomendasikan deh. Taman Wisata Alam Batu Angus sangat cocok untuk para penikmat lintas alam, atau liburan keluarga/kerabat yang butuh suasana alam terbuka untuk bersantai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *