Kisah pembuangan ulama besar Kyai Modjo dan kawan-kawan di tanah Minahasa

Kisah pembuangan ulama besar Kyai Modjo dan kawan-kawan di tanah Minahasa
Gapura masuk kompleks makam Kyai Mojo

Di kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, terdapat makam seorang pejuang islam dari tanah Jawa. Beliau adalah Kyai Muslim Muhammad Halifah yang dikenal sebagai Kyai Modjo (1764-1849). Beliau adalah saudara dari Pangeran Diponegoro yang juga menjabat sebagai penasehat spiritualnya. Karena ikut menentang kekuasaan Belanda di Hindia-Belanda, beliau ditangkap dan diasingkan ke tanah Minahasa. Pada akhir tahun 1929, Kyai Modjo dan 63 orang pengikutnya tiba di Tondano dan selanjutnya hidup disana sampai tutup usia.

Continue reading “Kisah pembuangan ulama besar Kyai Modjo dan kawan-kawan di tanah Minahasa”

Jejak Keraton di Bumi Nyiur Melambai

Jejak Keraton di Bumi Nyiur Melambai
Gapura Makam Sekar Kedhaton

Jika kita kebetulan melintasi jalan Diponegoro di kota Manado, tepatnya berseberangan dengan pintu masuk kantor Balai Riset dan Standarisasi Industri Manado, kita akan melihat sebuah kompleks pekuburan dengan sebuah gapura yang bertuliskan “TEMPAT PEMAKAMAN PERMAISURI SRI SULTAN HB V KANJENG RATU SEKAR KEDATON WAFAT 25 MEI 1918” ini tentunya cukup menarik perhatian. Seperti kita semua ketahui bersama bahwa Sri Sultan Hamengku Buwono merupakan pemimpin Kesultanan Yogyakarta yang tentu wilayah kekuasaannya jauh dari bumi nyiur melambai. Namun apapun yang terjadi di masa lampau, itu akan menjadi sebuah sejarah (cerita) yang dapat kita gunakan sebagai pembelajaran dan tambahan pengetahuan.

Continue reading “Jejak Keraton di Bumi Nyiur Melambai”

Adat Lama Leluhur Suku Bantik

Suku Bantik merupakan salah satu suku di Indonesia yang mendiami tanah Minahasa di Sulawesi Utara. Suku ini termasuk rumpun Austronesia-Proto Malayo-Minahasa dimana penyebarannya sekarang ini mendiami daerah pesisir pantai di Sulawesi Utara. Sebagian sejarahwan asal Minahasa mengklaim bahwa bahasa Bantik berbeda dengan bahasa suku lainnya di Minahasa, namun sebenarnya semua suku di Minahasa menuturkan turunan bahasa Austronesia sehingga tata bahasa banyak yang ditemukan sama atau berubah sedikit karena dialek, sebagai contoh kata kuman yang berarti makan ditemukan sama dengan bahasa-bahasa lain di Minahasa atau kata batu yang ditemukan berubah bunyi menjadi watu pada beberapa suku di Minahasa. Lepas dari semua ini, asal usul semua suku di Minahasa adalah satu leluhur yaitu Toar dan Lumimuut (Dalam bahasa Bantik Toada bo Lrumimuutu) berdasarkan cerita turun-temurun.
Continue reading “Adat Lama Leluhur Suku Bantik”

Puing-Puing Benteng Moraya, Saksi Bisu Perang Tondano

Puing-Puing Benteng Moraya, Saksi Bisu Perang Tondano

Benteng Moraya berlokasi di sekitaran Boulevard Tondano. Mungkin apabila wisatawan mendengar sekilas tentang benteng Moraya akan berpikir bahwa ini sebuah bangunan besar peninggalan zaman dahulu namun sebenarnya tidak demikian. Benteng Moraya hanya menyisakan sedikit benda fisik yang bisa kita lihat. Walaupun demikian nilai sejarah di tempat ini begitu besar dan tidak dapat dinilai dengan angka. Di tempat inilah dulunya segenap rakyat Minahasa terutama masyarakat Tondano mengadu nyawa demi mengembalikan harga diri bangsa Minahasa terhadap Hindia-Belanda .

Continue reading “Puing-Puing Benteng Moraya, Saksi Bisu Perang Tondano”

WARUGA…. Warisan Leluhur Minahasa

Sulawesi Utara merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terkenal akan wisata bawah lautnya. Taman laut Bunaken sudah menjadi destinasi wisata yang dikenal wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Namun selain wisata bawah laut, Sulawesi Utara juga memiliki destinasi wisata andalan untuk para penggemar sejarah dan budaya yang tidak kalah menarik. Waruga adalah salah satu destinasi wisata yang akhir-akhir ini mulai ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun asing. Waruga ini merupakan objek wisata purbakala, yakni kuburan kuno masyarakat Minahasa yang sudah eksis sejak dahulu sampai pada zaman penjajahan.

Continue reading “WARUGA…. Warisan Leluhur Minahasa”