Belajar Bahasa Sunda

Belajar bahasa Sunda adalah hal yang paling kamu butuh kan gaes ketika kamu ada di daerah Jawa Barat dan kamu bukan asal daerah tersebut. Mengapa? Karena kebanyakan di daerah Jawa Barat bahasa sehari-hari yang dipakai disana adalah bahasa Sunda gaes. Yah memang bahasa Indonesia gaul dan formal memang dipakai juga sih di daerah Jawa Barat, tapi tetap saja gaes mayoritas kalimat yang muncul nantinya berbahasa Sunda alias percakapan sehari-hari berbahasa lokal….hehee

Kalau kamu orang dari luar pulau Jawa dan baru saja menginjakkan kaki di tanah Sunda, mungkin kamu akan sedikit kebingungan dengan percakapan sehari-hari di daerah tersebut. Oh iya, berbicara mengenai daerah yang berbahasa Sunda, bagi kamu-kamu yang belum tahu nih saya beri tahu yah. Jadi gini sob, daerah-daerah yang menggunakan bahasa Sunda itu yakni Bandung dan sekitarnya, Subang, Sumedang, Pagaden, Majalengka, Indramayu, Cirebon, Bogor, Banten, dan lain sebagainya.

Oh iya gaes, sebelum kita belajar bahasa Sunda, saya mau berbagi informasi seputaran Sunda yah. Jadi gini gaes, tau gak sih, Sunda itu merupakan suku kedua terbesar di Indonesia loh. Penyebarannya bermula dari pulau Jawa dan kemudian menyebar ke seluruh Nusantara alias perantauan gaes. Dari kesamaan budaya dan bahasa, etnis Sunda dan Jawa di masa lalu memiliki pertalian yang sangat erat.

Continue reading “Belajar Bahasa Sunda”

Belajar Bahasa Kanton

Bahasa Kanton atau Kantonis adalah bahasa yang dipergunakan di beberapa daerah Cina bagian selatan, seperti di Hongkong, Macau, dan beberapa daerah di sekitarnya. Bahasa Kanton sendiri sebenarnya merupakan bagian dari kelompok bahasa tradisional masyarakat Cina di daerah selatan dan tenggara. Bahasa ini mungkin agak berbeda dengan bahasa Mandarin namun dalam beberapa kata masih bisa ditemukan persamaan bunyinya dengan dipengaruhi dialek. Dalam sejarahnya, bahasa Kanton memang serumpun dengan bahasa Mandarin.

Kebanyakan orang awam mengira bahwa daerah daratan Cina dan sekitarnya selalu berbahasa Mandarin, namun sebenarnya tidaklah demikian. Di daratan Cina sendiri terdiri dari banyak bahasa yang umumnya dipergunakan atau dengan kata lain menjadi bahasa sehari-hari, misalnya bahasa Shanghai, Hakka, Hokkien, Kanton, Teochew/Tiochiu, dan lain sebagainya. Memang daratan Cina ditempati oleh beragam suku sehingga bahasa daerah yang ada bisa berbeda-beda. Walaupun suku-suku yang berada di daratan Cina ini begitu banyak, namun yang paling umum diketahui adalah bangsa Han. Memang suku Han sendiri merupakan suku yang besar dan dalam sejarahnya telah bercampur baur dengan suku lain yang kemudian suku lain ini mengakui identitas mereka sebagai bangsa Han.

Bahasa Mandarin yang umumnya diketahui sebagai bahasa Cina ini sebenarnya merupakan kelompok bahasa tradisional masyarakat Cina di daerah bagian barat daya dan utara. Namun dalam perkembangannya, bahasa Mandarin telah menjadi bahasa resmi di negara Cina dan sekitarnya yang dipengaruhi budaya Cina.

Continue reading “Belajar Bahasa Kanton”

Belajar bahasa Melayu Malaysia dalam percakapan sehari-hari

Bahasa Melayu Malaysia menjadi bahasa sehari-hari yang dipergunakan di Malaysia selain bahasa Inggris. Memang sejak dini, anak-anak di Malaysia sudah terbiasa dengan bahasa Inggris sehingga kebanyakan orang Malaysia berbahasa Melayu dalam dialek Melayu yang bercampur dengan aksen barat. Tidak mengherankan yah gaess kalau orang Malaysia fasih berbahasa Inggris karena memang hal itu telah menjadi kebiasaan sehari-hari. Keren juga sih…hehee

Malaysia dan Indonesia memiliki beberapa persamaan, bahkan bisa dikatakan banyak persamaan gaes. Hal ini dikarenakan karena lokasinya yang bersebelahan dan mayoritas penduduknya yang berbudaya Melayu, salah satu persamaannya adalah bahasa. Karena Malaysia berbahasa Melayu, makanya apabila orang Malaysia dan Indonesia bertemu, percakapan mereka masih nyambung gaess alias masih bisa saling mengerti, you know lah…masih satu rumpun.

Memang akar kata dalam bahasa Melayu Malaysia tentunya sebagian besar sepaham dengan bahasa-bahasa Melayu yang ada di Indonesia. Namun di sisi lain, perkembangan bahasa Melayu sehari-hari di Malaysia dipengaruhi oleh bahasa Inggris sehingga banyak serapan bahasa Inggris maupun aksen atau dialek dalam berbicara yang menjadi bagian dari bahasa Melayu sehari-hari di Malaysia. Hal ini berbeda dengan di Indonesia yah gaess, secara bahasa sehari-hari di Indonesia banyak dipengaruhi bahasa dari daerah masing-masing sehingga bahasa gaul alias bahasa sehari-hari di tiap daerah sedikit berbeda.

Continue reading “Belajar bahasa Melayu Malaysia dalam percakapan sehari-hari”

Belajar Bahasa Melayu Manado

Belajar bahasa Melayu Manado sebenarnya lumayan mudah untuk dipelajari loh gaess. Bahasa ini hampir mirip dengan bahasa-bahasa Melayu yang ada di deretan pulau-pulau di Indonesia Timur. Bahasa Melayu sendiri sebenarnya merupakan bahasa yang sudah lama berada di sekitar kepulauan Nusantara. Bahasa ini dipelajari oleh orang-orang asing (Terutama penjajah) dan disebarkan ke tempat-tempat yang berbeda dengan tujuan mempersatukan bahasa – Yang tujuan sebenarnya adalah agar kepulauan Nusantara mudah untuk dikuasai.

Bahasa Melayu yang dikenalkan ke daerah-daerah pedalaman ini berasimilasi dengan bahasa setempat sehingga melahirkan bahasa Melayu dalam dialek setempat. Bahasa Melayu yang diajarkan di daerah Manado dan sekitarnya berbaur dengan bahasa dan dialek masyarakat adat yang bermukim disekitar sehingga melahirkan bahasa Melayu yang baru. Diketahui, terdapat beberapa etnis yang berdiam di sekitar wilayah Manado atau Sulawesi Utara pada umumnya seperti Tounsea, Toubulu, Toubantik, Toulour, Toupakewa, Toundanouw, Bentenang (Pasan dan Ratahan), Ponosakan, Kedatuan Bolaang Mongondow, dan Nusa Utara (Kedatuan Sangihe dan Talaud).

Selain bahasa dan dialek masyarakat asli ini, bahasa Melayu ini juga banyak bercampur dengan bahasa-bahasa asing seperti Spanyol, Portugis, Belanda, dan Cina. Hal ini dikarenakan daerah Manado dan sekitarnya dahulu menjadi salah satu tempat menetapnya bangsa asing itu.

Continue reading “Belajar Bahasa Melayu Manado”

Meriahnya Festival Wanua Warembungan 2019

Hari ini dilaksanakan festival wanua Warembungan yang diselenggarakan selama tiga hari sejak tanggal 7 Maret dan selesai pada hari ini di puncak Kimuwu, desa Warembungan. Festival wanua Warembungan ini dalam rangka hari ulang tahun desa Warembungan yang sudah ada sejak 190 tahun yang lalu.

Acara Festival Wanua Warembungan in dimulai dengan napak tilas yang dimulai di desa Lotta. Desa Lotta sendiri dikenal sebagai wanua ure dalam bahasa lokal yang berarti kampung lama. Dari desa Lotta napak tilas dimulai dan sesuai jadwal, napak tilas di akhiri di desa Warembungan, tepatnya di Watu Tumani Wanua Warembungan. Napak tilas ini dilakukan juga dalam rangka mengenang dan mengambil kembali ingatan akan perjalanan leluhur-leluhur orang Warembungan yang sebenarnya berasal dari desa Lotta (Wanua Ure).

Beberapa petugas dari kepolisian terlihat sedang bertugas untuk turut menyukseskan rangkaian acara tersebut sejak hari pertama. Bersama-sama dengan masyarakat adat, ketertiban dan keamanan menjadi bagian dalam rangkaian festival ini.

Continue reading “Meriahnya Festival Wanua Warembungan 2019”

Situs Budaya Batu Kuangang

Batu Kuangang adalah salah satu dari situs budaya dari suku Bantik di tanah Toar dan Lumimuut. Suku Bantik sendiri merupakan salah satu dari 9 etnis Minahasa yang mendiami daerah Manado dan sekitarnya. Suku Bantik seiring perkembangan zaman mendiami daerah sepanjang pantai dari Minahasa melewati kota Manado, hingga ke tanah Bolaang Mongondow.

Dalam penyebarannya, terdapat beberapa situs budaya yang ditinggalkan dan setidaknya ada beberapa yang bertahan hingga sekarang ini. Situs-situs suku Bantik yang bertahan hingga saat ini adalah batu Niopo, Batu Bantik, Batu Kuangang, dan Batu Lrana yang mulai terancam hilang.

Batu Kuangang merupakan salah satu dari peninggalan suku Bantik yang terdapat di daerah Malalayang Satu Barat. Lokasi situs ini berada di area perbukitan, yakni masuk dari arah perumahan CHT (Arah jalan Sea Manado ke desa Sea Minahasa). Jalan masuk cukup mudah ditemui karena terdapat beberapa penunjuk arah. Dari arah jalan utama, jalan cukup baik, namun masuk sedikit setelah pertigaan nanti ke arah situs budaya Batu Kuangang ini sedikit berbatu.

Untuk sampai ke lokasi, kita akan melewati anak tangga yang tidak terlalu tinggi. Memang lokasi batu Kuangang ini berada di atas bukit. Dari atas sebenarnya pemandangan yang di dapat cukup indah, namun karena beberapa semak yang agak tinggi sehingga keindahan pemandangan dari puncak bukit ini tidak terlalu maksimal.

Continue reading “Situs Budaya Batu Kuangang”

Belajar bahasa American-English gaul era kekinian

Halo mamen, apa kabar lo semua? Seperti inilah bahasa Inggris gaul yang dikombinasikan dengan bahasa gaul di Indonesia, khususnya daerah ibukota negara Indonesia kita yang tercinta ini. Akhir-akhir ini, perkembangan bahasa Indonesia semakin banyak kosa kata informal yang bertambah-tambah. Namun gaes, tahukah kamu bahwa bahasa tidak hanya berkembang di Indonesia? Bahasa-bahasa di dunia setiap tahunnya semakin berkembang dan menambah kosa kata baru.

Kita ambil contoh saja yah gaess dalam bahasa Indonesia dulu deh, yuk coba cari arti kata ‘Meneketehe’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia, atau gini deh, coba cari kalimat ‘Gile lu ndro’ di buku-buku pelajaran kamu…Trust me you will find nothing…haha

Seperti itulah perkembangan bahasa gaess. Memang bahasa semakin hari akan semakin berkembang. Banyak kosa kata yang akan bertambah, namun jangan salah. Ada juga loh kosa kata yang seiring perkembangan zaman semakin dilupakan sehingga kata itu menjadi punah.

Continue reading “Belajar bahasa American-English gaul era kekinian”

Belajar Bahasa Totoli atau Tontoli (Tolitoli)

Bahasa Totoli atau Tontoli merupakan salah satu bahasa yang sudah diambang kepunahan. Bahasa Totoli atau Tontoli ini merupakan sebuah bahasa daerah yang berasal dari di Sulawesi Tengah. Beberapa peneliti mengemukakan bahwa bahasa Totoli ini sudah sangat jarang digunakan oleh generasi tua dan hal ini sangat berdampak pada generasi berikutnya. Sepertinya beberapa orang tua sudah tidak lagi mengenal bahasa ini. Menurut Claudia Leto dari Bochum University di Jerman, bahasa Totoli ini merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang terancam punah. Dalam penelitiannya, ia juga mengatakan bahwa bahasa ini terdapat kemiripan dengan rumpun bahasa yang ada di Filipina dan sekitarnya. Memang apabila dikaji dari sisi linguistik, bahasa Totoli ini merupakan salah satu bahasa dari rumpun Austronesia, sama halnya dengan bahasa-bahasa di Filipina dan sekitarnya.

Totoli atau Tontoli sendiri mungkin lebih dikenal dengan sebutan Tolitoli. Tolitoli ini merupakan suatu komunitas atau masyarakat yang bermukim di sekitar Teluk Tomini dan Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Masyarakat Tolitoli ini dulunya merupakan masyarakat yang menganut sistem kerajaan. Menurut cerita rakyat yang ada pada masyarakat Tolitoli, etnis ini dulunya bernama dengan Totolu. Totolu sendiri dalam bahasanya berarti 3. Menurut kepercayaan setempat, etnis ini merupakan keturunan dari 3 manusia khayangan yang turun ke bumi dan menjadi manusia melalui media Olrisan Bulraan atau bambu emas, Bumbung Lanjat atau puncak pohon langsat, dan Ue Saka atau sejenis rotan.

Continue reading “Belajar Bahasa Totoli atau Tontoli (Tolitoli)”

Jalan-jalan ke Waruga Lotta

Jalan-jalan ke Waruga Lotta

Jalan-jalan ke waruga di desa Lotta, Pineleng adalah hal yang sangat saya tunggu-tunggu selama berada di kota Manado. Letak waruga ini dari pusat kota tidaklah jauh apabila dibandingkan dengan lokasi kompleks waruga yang lain, misalnya di Airmadidi, Sawangan, Tondano, Tomohon, dan tempat-tempat lainnya. Saya sendiri sudah beberapa kali berkunjung ke kompleks waruga yang ada di luar kota selama beberapa bulan terakhir di tanah Toar Lumimuut ini, namun untuk berkunjung ke waruga di desa Lotta ini akhirnya baru kesampaian gaess….hahaa

Letak waruga Lotta ini dari jalan raya Manado-Tomohon (Dari gapura masuk di dekat patung Imam Bonjol) sampai ke kompleks waruganya berjarak sekitar 2,2 Km atau dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama kurang lebih 6 menit. Dari jalan depan dekat gapura masuk ke desa Kali dan Lotta, terlihat pangkalan ojek. Bagi pengunjung yang tidak membawa kendaraan dapat mengunakan jasa ojek di pangkalan tersebut. Kemungkinan harga ojek untuk jarak yang demikian berkisar antara Rp. 5000 sampai Rp 10.000.

Continue reading “Jalan-jalan ke Waruga Lotta”

Majapahit dan Nusantara

Berbicara tentang kerajaan Majapahit, siapa sih yang tidak kenal dengan kerajaan yang satu ini? Rata-rata penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke sebagian besar pasti tahu atau minimal pernah mendengar kerajaan yang satu ini. Memang dalam pelajaran sejarah dari tingkat sekolah dasar, sudah dikenalkan kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia, termasuk kerajaan Majapahit ini sehingga kebanyakan orang tidak akan asing dengan kerajaan yang satu ini. Kerajaan Majapahit ini eksis pada tahun 1293 hingga tahun 1500 dan memiliki pusat kedudukan di daerah pulau Jawa.

Kerajaan Majapahit terkenal dengan banyak tokoh yakni raja Majapahit, namun ada salah satu tokoh yang menjadi legenda dan memiiki nama besar di hampir seluruh wilayah Indonesia, yakni Patih Gajah Mada. Beliau merupakan seorang panglima perang kerajaan Majapahit yang bersumpah bahwa beliau akan menyatukan daerah-daerah atau pulau-pulau di bawah kekuasaan Majapahit. Sumpah ini dikenal sebagai sumpah palapa.

Dalam sumpah Palapa sendiri, dibahas tentang kata ‘Nuswantara’, yang sebenarnya kata ini menunjukkan daerah-daerah di luar Jawa (Pusat kekuatan Majapahit). Secara etimologi, kata ‘Nuswantara’ sendiri terdiri dari dua kata dalam bahasa Sansekerta, yakni ‘Nuswa’ yang berarti tempat yang dihuni atau tempat tinggal dan kata ‘Antara’ yang maknanya tetap seperti bahasa Indonesia sekarang ini, yakni ‘Antara’. Secara umum, Nuswantara dapat diartikan daerah-daerah yang berada di luar pulau Jawa atau wilayah kekuasaan Mapajapahit pada waktu itu – yang belum menguasai daerah luar. Kelihatannya, Nuswantara pada saat ini lebih dikenal dengan sebutan Nusantara. Perubahan penyebutan ini kemungkinan dipengaruhi oleh dialek bahasa yang bukan Sansekerta.

Continue reading “Majapahit dan Nusantara”