Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Tomohon adalah salah satu kotamadya di Sulawesi Utara yang berdekatan dengan kota Manado. Kalau kota Manado terkenal sebagai kota nyiur melambai, kota Tomohon ini justru terkenal sebagai kota bunga. Memang julukan ini sesuai dengan keadaan dan tata kota yang masih asri. Di kota Tomohon sendiri, banyak petani yang bercocok tanam dan meraih penghasilan dari menanam berbagai jenis bunga. Selain itu, di sepanjang jalan kota Tomohon, terlihat beberapa toko yang menjual tanaman hias dimana tanaman ini dikembang-biakkan di Tomohon itu sendiri.

Hal yang paling menarik dari julukan kota bunga, ternyata kota Tomohon ini memiliki event tahunan yakni Tomohon International Flower Festival atau parade tanaman hias berskala internasional yang biasa digelar setiap tahunnya dan diikuti oleh beberapa negara tetangga. Di pertengahan tahun 2018 ini, festival bunga ini diikuti oleh negara Jepang, Korea, Singapura, Pakistan, dan lainnya. Hal ini tentu saja menjadi daya tarik wisata dan nilai tersendiri untuk daerah Sulawesi Utara khususnya kota Tomohon.
Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Selain tanaman hias, kota Tomohon terkenal akan keindahan beberapa gunung yang berada di pinggiran dan sekitaran kota Tomohon seperti gunung Lokon, gunung Mahawu, gunung Empung, dan gunung Tampusu. Karena lokasinya yang berada di sekitar pengunungan, udara di kota ini sangat sejuk. Daya tarik dari gunung-gunung yang berada di sekitar kota Tomohon ini telah menarik para wisatawan untuk berkunjung dan menikmati keindahan alam di sekitar kota Tomohon. Tidak dapat dipungkiri, ketika cuaca sedang bagus dan tidak berawan, hijaunya badan gunung Lokon dan birunya langit seakan-akan menjadi gambar lukisan hidup yang sangat megah yang menghiasi kota Tomohon.

Kota Tomohon memiliki daya tarik wisata yang luas. Daya tarik wisata ini meliputi wisata alam, wisata religi, dan wisata sejarah. Melihat hal yang positif ini, pemerintah maupun swasta memanfaatkan situasi dengan membangun atau mendirikan sarana-sarana publik dan pusat hiburan yang dapat memikat tourist atraction di tempat ini. Hal ini tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi daerah kotamadya ini. Dengan menunjang pariwisata di tempat ini, pertumbuhan ekonomi di tempat ini pun memiliki dampak positif, sebagai contoh; tersedianya lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Tujuan wisata kota Tomohon meliputi berbagai hal dengan geografi dan histori yang berbeda. Ada yang terletak di sekitaran perbukitan, pegunungan, pinggiran danau, atau pun di tengah kota. Berikut beberapa lokasi wisata yang terdapat di kota Tomohon antara lain:

Sparta Stable
Sparta stable terletak di Rurukan, Tomohon timur. Tempat ini tadinya adalah kandang kuda, namun kini telah bertransformasi menjadi tempat nongkrong anak-anak muda atau bersama keluarga. Tempat ini menyediakan beberapa spot foto bagi yang ingin mengabadikan momen di tempat ini. Tentu saja tempat ini didukung oleh keindahan alam khas daerah Rurukan, yakni pemandangan alam pedesaan yang masih asri dengan bukit-bukitnya dan indahnya perkebunan sayur masyarakat setempat.

Tidak lepas dari pandangan, kita juga bisa menikmati keindahan gunung Klabat, gunung Dua Saudara, gunung Mahawu, dan danau Tondano dari tempat ini. Selain tempat nongkrong, tempat ini juga disewakan untuk beberapa acara seperti anniversary, wedding, camping ground, retreat, dan lainnya. Jarak tempat ini dari pusat kota Tomohon adalah 7 Km atau kurang lebih 14 menit ditempuh dengan kendaraan bermotor.

Puncak Temboan Rurukan
Puncak Temboan ini berada di atas bukit di Rurukan, tidak jauh dari sparta stable. Oleh karenanya, pengunjung dimanjakan dengan pemandangan indah dari atas bukit. Pengunjung dapat melihat keindahan danau Tondano, gunung Klabat, dan beberapa perbukitan yang masih asri maupun telah diolah menjadi perkebunan sayur oleh warga setempat. Tempat ini sendiri dikelola oleh Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Menurut penjaga, tempat ini sebenarnya tempat retreat jemaat gereja, namun sekarang ini juga dibuka untuk umum.

Di tempat ini juga terdapat sebuah warung makan dengan harga yang cukup murah. Selain itu, di tempat ini juga terdapat kebun bunga dan pembibitan buah-buahan dimana beberapa bibit tanaman itu dijual, misalnya bibit strawberi. Untuk masuk ke dalam area ini, pengunjung dikenakan biaya Rp. 5000 per orang. Jarak tempat ini dari pusat kota Tomohon adalah 7,3 Km atau kurang lebih 15 menit ditempuh dengan kendaraan bermotor.

Puncak Rurukan Tomohon
Puncak Rurukan ini merupakan salah satu area wisata yang berlokasi di perbukitan di desa Rurukan, tidak jauh dari puncak Temboan. Di tempat ini pengunjung dapat menikmati pemandangan danau Tondano, gunung Klabat, dan pemukiman masyarakat setempat yang masih asri dan memanjakan mata. Selain itu, terdapat juga kebun bunga di tempat ini. Di tempat ini juga terdapat penari kabasaran yang bisa diajak untuk berfoto. Terdapat juga beberapa fotografer freelance yang siap untuk mengabadikan momen ada di tempat ini. Mereka juga menyediakan printer untuk mencetak foto. Untuk menggunakan jasa fotografer tersebut, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp. 15000.

Pada akhir pekan tempat ini biasanya ramai oleh pengujung. Mungkin ada sedikit kendala untuk masuk ke area ini menggunakan kendaraan besar—seperti bis, mini bis, dan lain-lain—karena jalan masuk di daerah ini agak kecil atau sempit dan berbatu-batu. Selain itu, untuk masuk ke tempat ini pengunjung harus melewati area pemakaman warga setempat yang pada salah satu sisi jalannya agak mengecil sehingga tidak bisa dilalui 2 mobil secara bersamaan. Jarak tempuh tempat ini dari pusat kota Tomohon adalah 7 Km atau kurang lebih 14 menit ditempuh dengan kendaraan bermotor.

Puncak Tetetana Kumelembuai
Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Puncak Tetetana adalah tempat rekreasi yang berada diatas bukit di desa Kumelembuai. Desa Kumelembuai sendiri merupakan suatu desa yang berada di dataran tinggi. Pada zaman penjajahan Belanda, desa ini diketahui sebagai desa tertinggi di daerah Minahasa, oleh karenanya udara di tempat ini sangat sejuk. Dari puncak Tetetana, pengunjung dapat menikmati suasana yang segar, udara yang sejuk, serta pemandangan alam yang memanjakan mata. Dari tempat ini kita bisa melihat keindahan gunung Klabat, gunung Dua Saudara, pulau Manado Tua. Tidak hanya itu saja, desa Rumengkor, Airmadidi, Manado, Bitung dan teluknya, Touliang Oki dan lain sebagainya juga dapat kita nikmati dari puncak ini.
Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Di tempat ini juga, terdapat sebuah rumah makan bergaya etnik yang konstruksinya utama bangunannya terbuat dari bambu. Harga makanan dan minuman di tempat ini cukup murah apabila dibandingkan dengan keindahan alam yang disediakan di tempat ini. Selain itu, terdapat halaman (Tepatnya berada diatas bukit) yang cukup luas dengan 2 pohon besar di halamannya yang menambah keindahan tempat ini. Tidak hanya itu saja, di pinggiran bukit di kedua sisi terdapat kebun bunga yang sangat indah. Untuk dapat menikmati keindahan alam di tempat ini, pengunjung dikenakan biaya Rp. 5000 per orang. Di tempat ini, pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman dari luar. Untuk sampai ke tempat ini dari pusat kota Tomohon adalah 11 Km atau kurang lebih 25 menit ditempuh dengan kendaraan bermotor.

Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan
Kedai atau tempat makan yang menjual makanan, camilan dan minuman

Danau Linow
Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Danau Linouw sudah menarik perhatian sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia. Keindahan danau ini memang sangat memanjakan mata. Danau ini memiliki warna yang berubah-ubah. Terkadang warna danau menjadi hijau, terkadang menjadi biru. Hal ini terjadi karena efek sinar matahari dan kandungan belerang di danau ini. Untuk berenang di danau ini tidak diperbolehkan karena air di danau ini mengandung kadar belerang yang sangat tinggi sehingga dapat membahayakan nyawa seseorang.

Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan
Pintu Masuk

Di pinggiran danau linow terdapat restoran, suatu tempat yang cukup menarik untuk dikunjungi. Untuk masuk ke area restoran dikenakan biaya Rp. 25.000 per orang, yang nantinya akan mendapat tiket yang bisa ditukar dengan secangkir kopi atau teh di dalam restoran. Restoran ini sangat bersih dan menarik. Restoran terdiri dari 2 area, yakni kedai bagian atas dan bagian bawah. Dari balkon atas kita juga dapat melihat burung – burung blibis berterbangan yang merupakan satwa endemik yang hidup desekitar danau ini. Jarak tempat ini dari kota pusat kota Tomohon sekitar 7,8 Km dengan jarak tempuh kurang lebih 15 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.

Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan
Pemandangan dari Restauran dilantai atas

Puncak Gunung Mahawu

Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan
Kawah gunung Mahawu

Gunung Mahawu adalah salah satu gunung yang berada di kota Tomohon. Keindahan pemandangan dari puncak gunung Mahawu tampaknya sudah menjadi daya tarik wisata sejak lama. Saat ini untuk menikmati keindahan puncak Mahawu, pengunjung tidak perlu repot-repot untuk hiking atau menyusuri hutan sepeti umumnya pendaki gunung karena sudah dibangun sarana seperti resting area di dekat puncak Mahawu dan tangga untuk sampai ke puncak. Di puncak gunung ini, juga terdapat spot untuk melepas lelah. Mengitari kaldera Mahawu dibutuhkan waktu sekitar 15 menit dimana pengunjung dapat menikmati pemandangan kawah Mahawu dan pemandangan kota Tomohon dan sekitarnya.

Selain itu, di tempat ini terdapat beberapa orang yang berpakaian kabasaran yakni pakaian tarian perang etnis Minahasa dimana mereka dapat diajak berfoto bersama pengunjung. Untuk berfoto bersama mereka tidak ditarifkan dengan harga tertentu, namun sesuai kerelaan pengunjung untuk memberi sesuai kerelaan masing-masing. Demikian juga untuk masuk ke area puncak gunung Mahawu ini, di pos masuk pengunjung juga tidak diwajibkan membayar namun dapat memberikan sumbangan secara sukarela untuk pengelola keamanan hutan lindung di tempat ini. Jarak tempuh untuk sampai ke tempat ini dari pusat kota Tomohon adalah 7,2 Km atau kurang lebih 15 menit ditempuh dengan kendaraan bermotor.

Bukit Doa Tomohon
Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Bukit doa Tomohon terletak di kaki gunung Mahawu. Lokasi ini telah menjadi salah satu pilihan wisata rohani Katholik yang cukup menarik di Sulawesi Utara. Bukit doa Tomohon ini umumnya dikenal dengan beberapa nama misalnya bukit doa Mahawu, jalan salib Mahawu, atau bukit kelong, namun lepas dari semua itu sebenarnya tempat ini satu. Area wisata religi ini sangat luas dan menarik untuk dijelajahi, oleh karenanya pengunjung disarankan sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi, baik motor ataupun mobil.

Di tempat ini pengunjung dapat melihat objek religi seperti gua Maria dan beberapa patung jalan salib yaitu diorama yang menceritakan bagaimana proses Yesus Kristus mulai dari ditangkap hingga disalib di bukit Golgota. Untuk melihat diorama ini, pengunjung harus sedikit menguras tenaga karena jalannya sedikit naik. Di ujung diorama ini, terdapat sebuah terowongan yang menggambarkan gua kosong tempat Yesus dikuburkan. Menelusuri terowongan ini, kita akan keluar di area kolam dimana diujungnya terdapat gua Maria seperti yang telah disebutkan diatas. Naik sedikit ke atas, pengunjung dapat melepas lelah di sebuah café dimana di depan café ini terdapat sarana amphiteater. Dekat dengan amphiteater, terdapat sebuah kapel yang bernama chapel of Mother Mary. Kapel ini sangat indah, tepat di belakang kapel pengunjung juga dimanjakan dengan keindahan pemandangan gunung Lokon. Kapel dan area sekitar bukit doa ini bisa digunakan untuk foto prawedding dan lainnya.

Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan
Salah satu sudut Diorama Jalan Salib
Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan
Goa Maria
Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan
Salah satu kafe yang berada di Bukit Doa Tomohon

Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Naik ke atas dari arah jalan masuk, terdapat beberapa bangunan yang bisa disewakan untuk retreat rohani. Area ini sangat indah dan menarik. Terdapat batu-batu besar yang diletakkan di dekat area ini yang menambah kesan unik di sekitaran area retreat ini. Selain wisata religi, di tempat ini juga terdapat sarana outbond seperti flying fox yang lokasinya tidak jauh dari pos masuk area bukit doa. Di sekitaran area outbond ini merupakan tempat untuk melihat sunset paling bagus di kota Tomohon. Di area ini juga terdapat sebuah café dimana kita dapat menikmati keindahan gunung Lokon dari café ini.

Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Suasana café di bukit doa ini tenang dan nyaman karena keasrian alam sekitarnya. Hal itu menjadikan tempat yang menarik untuk menikmati makanan dan minuman atau sekedar bersantai dengan pasangan atau keluarga. Pengunjung juga tidak dilarang untuk membawa makanan dan minuman dari luar untuk bersantai di area bukit doa ini, asalkan tetap menjaga kebersihan di tempat ini. Untuk masuk ke dalam area bukit doa ini, pengunjung dikenakan tarif Rp. 20.000 per orang yang nantinya akan mendapat tiket masuk yang bisa ditukarkan dengan secangkir teh atau kopi.

Gunung Tampusu
Gunung Tampusu adalah salah satu gunung yang sudah tidak aktif. Gunung ini dapat didaki melalui dua daerah, yakni Tondano dan Tomohon. Dari Tomohon, gunung ini bisa dicapai dengan melewati desa Pangolombian. Gunung ini tidak terlalu tinggi atau curam dan jalurnya juga tidak sulit sehingga bisa dilalui oleh pendaki gunung yang masih pemula. Untuk sampai ke puncak, dibutuhkan waktu sekitar 15-20 menit dengan berjalan kaki. Di atas gunung, pengunjung disajikan pemandangan indah danau yang berwarna hijau dengan suasana hutan yang masih asri yang dapat membayar lelah para pendaki.

Patung dan waruga Tololiu Palar
Tololiu Palar atau opo Tololiu adalah mantan hukum tua di wilayah Tomohon pada zaman penjajahan Belanda. Beliau adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Minahasa, terutama sejarah etnis Tombulu. Pada pusat kota Tomohon, patung opo Tololiu didirikan, dimana waruga dari opo Tololiu Palar terletak beberapa meter dari lokasi patung. Waruga opo Tololiu ini berada di pinggir jalan raya Tomohon. Area waruga ini dipagari dengan cukup rapi dan kondisinya terawat. Di bagian belakang waruga terdapat relief beberapa tokoh penting etnis Tombulu.
Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Hutan Pinus Dan Pemandian Air Panas Lahendong
Pemandian air panas ini terletak di kelurahan Lahendong, Tomohon selatan. Tempat ini memiliki keunikannya sendiri. Di tempat ini terlihat beberapa kolam belerang dan lumpur yang berwarna putih dengan gundukan tanahnya yang terlihat beruap sehingga hal ini menambah keindahan dan menjadi daya tarik tersendiri dari tempat ini. Kolam-kolam dan gundukan ini terbentuk secara alami. Agak ke atas dari kolam berlerang terdapat pohon-pohon pinus yang mempercantik area perbukitan di tempat ini. Hal ini menjadikan tempat ini cukup menarik untuk berfoto ria. Tak heran, tempat ini sering menjadi pilihan tempat untuk foto prawedding.
Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Tempat pemandian air hangat berada di bagian belakang. Pemandian air panas ini berbentuk kolam-kolam kecil untuk berendam. Air pemandian di tempat ini mengandung belerang sehingga sangat berkhasiat untuk perawatan kulit. Untuk mandi air hangat di tempat ini, pengunjung dikenakan tarif Rp. 5000 per orang dengan waktu mandi yang tak terbatas namun karena tempat ini terdapat uap belerang yang mengandung H2S (Hidrogen Sulfida) yang menyengat terus menerus (Baunya seperti telur busuk), diharapkan kebijakan dari pengunjung itu sendiri untuk melindungi pernafasan dari paparan gas H2S yang berkepanjangan. Lepas dari hal itu, pengelola di tempat ini sudah membuat jalan dan tempat pemandian yang aman dari spot area yang berbahaya sehingga pengunjung tidak perlu kuatir.
Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Apabila kita datang bersama keluarga, perlu perhatian khusus untuk anak-anak kecil yang bermain di dekat area kolam belerang. Selain pemandian air hangat, di tempat ini juga tedapat tempat makan di dekat pohon-pohon pinus tadi yang dapat menjadi spot untuk bersantai sambil menikmati pemandangan alam di sekitar area ini. Tidak itu saja, di tempat ini juga terdapat penginapan untuk bermalam dengan harga Rp. 350.000 per malam. Masuk ke dalam area pemandian air hangat ini, pengunjung harus membayar Rp. 20.000 dimana pengujung dapat menukar tiket masuk dengan secangkir kopi atau teh di dalam. Untuk sampai ke tempat ini, dari pusat kota Tomohon jaraknya 4.8 Km atau kurang lebih 11 menit menggunakan kendaraan bermotor.
Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Pagoda Ekayana
Pagoda ini terletak di sekitaran pemukiman masyarakat setempat, tidak jauh dari jalan utama kota Tomohon. Pagoda ini sebenarnya tempat ibadah umat Budha di kota ini. Karena keindahan dan bentuk bangunan yang benuansa oriental, tempat ini juga menjadi daya tarik wisata yang cukup menarik. Di bagian depan pagoda, terdapat beberapa patung Budha yang membelakangi gunung Lokon sehingga patung-patung ini menjadi spot untuk mengambil foto yang cukup menarik.

Selain itu, terdapat beberapa bangunan tempat sembahyang umat Budha yang bentuknya cukup berbeda dengan bangunan-bangunan di sekitaran kota Tomohon. Pagoda ini terletak di bagian tengah area, namun pengunjung tidak diperbolehkan masuk karena area ini adalah tempat suci umat Budha. Di bagian belakang juga terdapat kolam dengan patung bergaya oriental. Untuk masuk ke area ini, pengunjung dapat memberikan donasi sesuai dengan keikhlasan masing-masing.

Industri Rumah Adat Woloan
Explore Tomohon… Hijaunya Alam Di Perkotaan

Desa Woloan terkenal akan industri rumah adat atau rumah tradisional khas Minahasa. Terdapat beberapa usaha mandiri (CV) yang menjual rumah tradisional khas Minahasa di sepanjang jalan desa Woloan Satu. Pesanan akan rumah tradisional ini sampai ke berbagai penjuru di Indonesia, bahkan mancanegara. Rumah tradisional rakyat Minahasa disebut Wale. Rumah ini berbentuk rumah panggung dengan konstruksi kayu. Bagian-bagian ujung sisi rumah ini saling mengait atau mengunci sehingga rumah ini seakan-akan dirancang anti gempa bumi.

Dulunya rumah tradisional bangsa Minahasa cukup tinggi dari permukaan tanah (Sekitar 3-5 meter) dimana rumah ini sengaja dibangun tinggi untuk menghindari serangan musuh atau binatang liar, namun seiring perkembangan zaman bentuk rumah ini mulai menyesuaikan dengan tren dan permintaan pasar. Pembangunan rumah tradisional ini dilakukan di desa Woloan itu sendiri namun tidak permanen karena sistemnya bongkar pasang. Pembeli yang ingin membeli tinggal memilih bentuk rumah yang diinginkan kemudian rumah ini akan dibongkar dan disusun kembali di tempat si pembeli. Hal ini menjadi keunikan tersendiri bagi wisatawan sehingga tidak jarang para wisatawan datang berkunjung hanya untuk berfoto ria di tempat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *